CEO Audi, Gernot Döllner, memberi isyarat bahwa Audi R8 generasi baru mungkin sedang dikembangkan dengan meminjam teknologi dari Lamborghini Temerario.
Audi R8 yang dihentikan produksinya pada 2024 mungkin akan kembali. CEO Audi, Gernot Döllner, memberikan isyarat kuat bahwa generasi baru supercar andalan mereka sedang dalam pengembangan.
Dalam acara peluncuran Audi RS5 terbaru di Austria, Döllner berbicara kepada wartawan. Saat ditanya tentang masa depan mesin V8 di Audi, ia mengaku sebagai penggemar V8.
>>> Tesla Hanya Punya 20 Robotaxi Tak Awak di AS, Janji 1 Juta Unit pada 2020 Gagal Total
Pertanyaan kemudian beralih ke kemungkinan Audi R8 baru yang berbagi platform dengan Lamborghini Temerario. Döllner menjawab, “Good idea,” sambil tertawa, mengindikasikan bahwa pekerjaan mungkin sudah dimulai.
Ia juga memuji powertrain Lamborghini Temerario. “Ini mesin V8 yang hebat di Temerario.
10.000 rpm, mesin yang benar-benar luar biasa,” katanya.
>>> Nio ES9 Resmi Dijual di China, SUV 5,4 Meter dengan Steer-by-Wire
Döllner menambahkan bahwa Grup Volkswagen memiliki peluang untuk menggabungkan berbagai solusi teknis. Ia mencontohkan Concept C yang dibangun di atas platform Porsche namun tetap memiliki karakter Audi.
Pernyataan ini konsisten dengan laporan sebelumnya tentang kembalinya R8 di puncak jajaran Audi Sport.
>>> AMG Buka Pemesanan GT 4-Door Listrik, Harga Mulai Rp2,7 Miliar di Jerman
Generasi baru kemungkinan akan menggunakan mesin V8 plug-in hybrid, menggantikan V10 naturally aspirated dari pendahulunya.
Audi R8 generasi pertama yang diproduksi sejak 2006 terkait erat dengan Lamborghini Gallardo. Generasi kedua yang hadir pada 2015 merupakan saudara dari Huracan.
Produksi berakhir pada 2024 tanpa penerus, meskipun Lamborghini meluncurkan Temerario di tahun yang sama.
>>> Ferrari Luce Dirancang untuk Menaklukkan China, Bukan Kritik Global
Kini, generasi ketiga R8 tampaknya bisa menjadi kenyataan dalam beberapa tahun mendatang, membawa Audi kembali ke segmen supercar.
