OTOMOTIF1.com

Krisis Pasokan Mobil Berlanjut Meski Selat Hormuz Dibuka Kembali

Krisis Pasokan Mobil Berlanjut Meski Selat Hormuz Dibuka Kembali
Mekanik sedang mengganti oli mobil di bengkel

Meski ada kesepakatan awal membuka kembali Selat Hormuz, industri otomotif masih menghadapi kelangkaan oli sintetis dan cat hingga 2027. Nissan dan Toyota sudah mulai menjatah pasokan.

Ukuran teks

Pengumuman kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz mungkin meredakan kekhawatiran harga bahan bakar.

Namun, bagi industri otomotif, masalah pasokan diperkirakan masih akan berlangsung lama.

>>> Ford Hancurkan Satu Mesin Baru Setiap Hari untuk Tingkatkan Kualitas

Beberapa produsen mobil sudah mengambil langkah darurat sebelum berita kesepakatan muncul. Bulan lalu, Nissan mulai menjatah pasokan oli sintetis ke dealer, memprioritaskan perbaikan garansi, recall, dan pelanggan utama.

Toyota juga memperingatkan dealer tentang kemungkinan kekurangan oli viskositas rendah dan menyarankan substitusi.

Langkah ini awalnya terlihat sebagai antisipasi, namun ternyata menjadi tanda awal krisis pasokan yang lebih luas.

>>> Lincoln Nautilus Terancam Dilarang di AS karena Aturan Mobil Terhubung

Dampak pada Bengkel dan Cat Mobil

Reuters melaporkan bahwa bengkel dan eksekutif industri di Jepang kesulitan mendapatkan oli mesin hingga produk terkait cat.

Hiroyuki Nakamura dari Shin Etsu Denso di Tokyo mengatakan pasokan oli hampir habis setelah konflik dimulai Maret lalu.

Beberapa bengkel bodi juga kesulitan mendapatkan material untuk cat populer, terutama cat putih mutiara. Satu bengkel bahkan mempertimbangkan menunda pengecatan hingga pasokan membaik.

>>> Kepala Boneka Ronaldo Rp160 Ribu Bisa Bodohi Kamera Tesla

Masalah ini tidak hanya terkait pengiriman minyak mentah. Konflik mengganggu pasokan bahan turunan minyak bumi yang digunakan untuk membuat pelumas sintetis, pelapis, dan thinner.

Meskipun kapal bisa kembali melintasi Hormuz, persediaan tetap menipis. Beberapa perusahaan membeli stok tambahan saat tersedia, sementara usaha kecil bersaing untuk sisa pasokan.

Kelompok industri memperkirakan harga pelumas tetap tinggi dan pasokan ketat hingga 2027. Pengemudi tidak boleh berharap kondisi normal segera kembali.

>>> Geely EX2 Tampil Perdana di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Mobilitas Listrik Terjangkau

Saran kami: jaga mobil Anda baik-baik.

Update Terbaru

Lihat semua