Mobileye akan meluncurkan layanan robotaxi di kota besar AS tahun depan dengan 100 kendaraan. Jika sukses, mereka menargetkan 17.000 unit dalam lima tahun.
Mobileye mengumumkan rencana untuk meluncurkan layanan robotaxi di Amerika Serikat pada tahun depan. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemasok teknologi otonom ini akan beralih menjadi operator armada.
Armada awal diperkirakan terdiri dari sekitar 100 kendaraan. Layanan akan beroperasi di salah satu wilayah metropolitan utama AS.
>>> GM dan Lockheed Martin Jalin Kemitraan Produksi Rudal
Ilustrasi yang dirilis menunjukkan kendaraan berupa crossover dengan sensor atap serta sensor di fender depan dan belakang. Mobileye akan mengambil pendekatan hati-hati untuk memvalidasi model operasional tanpa pengemudi.
Ekspansi Bertahap
Jika peluncuran awal berhasil, Mobileye berencana menambah armada hingga sekitar 17.000 robotaxi dalam lima tahun ke depan.
Teknologi yang digunakan meliputi Mobileye Drive dan platform mobilitas Moovit.
>>> Polisi Pennsylvania Tilang Hampir 700 Pengemudi karena Pegang Ponsel dalam 72 Jam
Sistem juga akan dilengkapi aplikasi konsumen, perencanaan perjalanan multimodal, kendali misi AV, manajemen armada, dan integrasi dengan infrastruktur teleoperasi.
CEO Mobileye Amnon Shashua mengatakan industri semakin bergantung pada sedikit penyedia teknologi dan model bisnis.
Menurutnya, pendekatan baru diperlukan dengan mengandalkan keahlian otonom, kemitraan industri, dan kemampuan ekosistem mobilitas.
>>> BMW Speedtop Shooting Brake Tertangkap Kamera Tanpa Kamuflase
Mobileye menegaskan tetap berkomitmen memasok Mobileye Drive ke produsen mobil dan operator lain. Layanan robotaxi dinilai sebagai jalur komplementer untuk mempercepat adopsi dan menunjukkan kemampuan platform.
Informasi lebih lanjut akan diumumkan dalam acara Capital Markets Day tahun ini.
Mobileye akan bekerja sama dengan produsen kendaraan yang siap AV, kemungkinan menggunakan kendaraan yang sudah ada di pasaran.
>>> Bentley Luncurkan Seri Khusus Tahunan 'Bespoke Series by Mulliner'
Persaingan robotaxi semakin ketat dengan hadirnya Tesla, Zoox (Amazon), Waymo (Google), dan Uber. Uber berencana menghadirkan hingga 50.000 robotaxi berbasis Rivian R2 dan Lucid Gravity.
