Lexus menghentikan pengembangan sedan listrik LF-ZC, namun menyetujui penerusnya pada hari yang sama. Teknologi seperti Gigacast dan platform ADAS akan digunakan pada model baru yang kemungkinan berupa crossover.
Lexus secara resmi menghentikan pengembangan versi produksi dari konsep sedan listrik LF-ZC. Namun, pada hari yang sama, pabrikan Jepang itu menyetujui model penerusnya.
Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Presiden Toyota sekaligus Chief Technology Officer, Hiroki Nakajima, kepada Nikkei CrossTech.
>>> Maserati MC20: V-6 Sports Car dengan Performa Setara V-8
Menurut Nakajima, penghentian dilakukan karena LF-ZC membutuhkan investasi besar untuk cetakan dan peralatan produksi massal. Meski demikian, banyak teknologi baru yang telah dikembangkan untuk LF-ZC tetap akan digunakan.
Teknologi LF-ZC Tetap Hidup
Teknologi yang selamat antara lain struktur modular gigacast yang membagi bodi menjadi tiga bagian depan, tengah, dan belakang.
>>> Audi RS5 Avant PHEV: Wagon Bertenaga 639 HP Siap Ubah Peta Super-Estate
Platform kelistrikan dan elektronik baru untuk sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) juga akan diproduksi.
Selain itu, sel baterai prismatik yang dirancang untuk LF-ZC juga tetap masuk jalur produksi. Nakajima menegaskan bahwa pengembangan teknologi tersebut sudah selesai dan siap digunakan.
>>> Porsche Ganti Basis Cayman dengan 911 untuk Mobil Balap GT4 R Baru
Model penerus akan memanfaatkan semua teknologi yang sudah matang ini. Lexus menyetujui pengembangan penerus pada hari yang sama saat LF-ZC dibatalkan.
Bentuk pasti dari EV baru ini belum diungkap. Namun, kemungkinan besar Lexus akan beralih ke crossover atau SUV, mengingat segmen tersebut lebih populer dibanding sedan.
>>> BYD Linghui M9 Hybrid Van Mulai Masuk Showroom Sebelum Peluncuran Resmi
Langkah ini memungkinkan Lexus bersaing dengan BMW iX3 dan Mercedes-Benz GLA EQ yang baru meluncur di pasar.
