Subaru Solterra 2026 menjadi model dengan rekor penarikan terbanyak tahun ini. Padahal, mobil listrik ini diproduksi oleh Toyota. Simak detail recall dan yang perlu diketahui pembeli.
Subaru Solterra 2026 mencatat rekor kurang mengenakkan. Model ini menjadi kendaraan Subaru yang paling sering ditarik kembali sepanjang tahun ini.
Fakta menariknya, Solterra sebenarnya diproduksi oleh Toyota. Kolaborasi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang kualitas dan konsistensi produksi.
>>> VW Ganti Mesin Pemotong Rumput dengan 100 Domba di Pabrik Polandia
Rekor Recall Subaru Solterra
Berdasarkan data internal Subaru, Solterra 2026 mengalami beberapa kali recall. Jumlahnya melebihi model Subaru lainnya pada periode yang sama.
Recall tersebut mencakup berbagai komponen. Mulai dari sistem kelistrikan hingga masalah mekanis tertentu.
Subaru belum merinci total unit yang terdampak. Namun, frekuensi penarikan menjadi perhatian serius bagi konsumen.
>>> 2026 Acura ADX Jadi SUV Mewah dengan Pertumbuhan Tercepat di Amerika
Dibangun oleh Toyota
Subaru Solterra adalah hasil kerja sama dengan Toyota. Mobil ini berbagi platform dengan Toyota bZ4X.
Produksi dilakukan di pabrik Toyota. Artinya, kualitas perakitan seharusnya setara dengan standar Toyota.
>>> Honda ADV yang Diam-diam Jadi Pahlawan Jarak Jauh
Meski begitu, Solterra justru mencatat lebih banyak recall dibanding model Toyota yang setara. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang perbedaan spesifikasi atau komponen.
Apa yang Perlu Diketahui Pembeli
Bagi calon pembeli Solterra, penting untuk memeriksa riwayat recall. Pastikan kendaraan yang dibeli sudah mendapatkan perbaikan sesuai prosedur.
Subaru dan Toyota telah merilis layanan perbaikan gratis untuk semua recall. Pemilik dapat menghubungi dealer resmi untuk informasi lebih lanjut.
>>> Hyundai dan Kia Patenkan Sistem Generator Angin di Bumper Mobil
Meski ada kekhawatiran, Solterra tetap menawarkan fitur dan performa yang kompetitif. Keputusan pembelian sebaiknya didasarkan pada informasi lengkap.
