Baterai solid-state masih langka, namun rivalitas antara Toyota dan Honda sudah dimulai. Simak perbedaan utama teknologi baterai masa depan dari dua raksasa Jepang ini.
Baterai solid-state memang masih jarang ditemukan, tetapi persaingan antara dua raksasa otomotif Jepang, Toyota dan Honda, sudah mulai terlihat.
Toyota baru-baru ini memamerkan prototipe baterai solid-state mereka dalam sebuah workshop teknis.
Baterai ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 745 mil atau sekitar 1.200 kilometer dalam sekali pengisian.
Perbedaan Utama Antara Toyota dan Honda
Meskipun sama-sama mengembangkan baterai solid-state, pendekatan Toyota dan Honda memiliki perbedaan mendasar. Toyota fokus pada kepadatan energi tinggi untuk mencapai jarak tempuh ekstrem.
Sementara itu, Honda lebih menekankan pada aspek produksi massal dan biaya yang lebih rendah. Strategi ini membuat baterai Honda mungkin tidak sejauh Toyota, tetapi lebih cepat dipasarkan.
Selain itu, Toyota menggunakan material elektrolit padat berbasis sulfida, sedangkan Honda memilih material berbasis oksida. Perbedaan material ini memengaruhi performa dan keamanan baterai.
Baik Toyota maupun Honda masih dalam tahap pengembangan dan belum ada satu pun yang diproduksi massal.
Namun, persaingan ini menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk memimpin teknologi baterai masa depan.
