CALB melakukan reformasi teknis internal untuk meningkatkan kualitas sel baterai menyusul kegagalan massal baterai 'pisang' pada EV GAC.
CALB berkomitmen melakukan serangkaian reformasi teknis internal untuk meningkatkan kualitas sel baterainya. Langkah ini menyusul kegagalan baterai massal yang dilaporkan terjadi pada armada kendaraan listrik GAC di China.
Produsen baterai asal China ini menjadi sorotan setelah sel baterainya yang menggembung, dijuluki 'baterai pisang', memicu banyak keluhan konsumen.
>>> Bosch Paparkan Cara Kerja Sistem Keselamatan Kendaraan di GIIAS 2026
Latar Belakang Masalah
Sebelumnya, platform pengaduan konsumen China seperti 12365auto dan Black Cat mencatat 182 keluhan terkait baterai pada paruh pertama Juli.
Masalah ini ditelusuri berasal dari sel LFP 177 Ah buatan CALB.
Insiden ini memengaruhi sekitar 213.000 kendaraan di China dengan tingkat deteksi kerusakan mencapai 4,7%.
GAC Aion dan CALB sama-sama meminta maaf atas kegagalan tersebut pada 18 Juli.
GAC memperpanjang garansi baterai untuk kendaraan terdampak menjadi 8 tahun atau 300.000 km. Sementara CALB berjanji memberikan layanan perawatan dan inspeksi gratis.
Reformasi Teknis CALB
Menurut laporan Future Auto Daily, staf internal CALB berkomitmen melakukan perubahan dalam ketertelusuran manufaktur, verifikasi produk, dan hubungan pelanggan.
CALB juga dikabarkan memperketat persyaratan proses pelapisan elektroda.
>>> Deepal S05 Terbaru dengan LiDAR Meluncur di China, Harga Mulai 16.900 Dolar AS
Standar ketebalan dan kepadatan kini diselaraskan dengan pemain industri top seperti CATL.
Sebelum insiden, CALB menetapkan rentang kepadatan area 2,3-2,5 g/cm3 untuk elektroda sel LFP, sesuai standar industri.
