Seorang warga Wichita menggugat kota atas pemasangan 200 kamera Flock yang dianggap melakukan pengawasan tanpa surat perintah. Gugatan ini berpotensi menjadi preseden bagi kota lain.
Seorang warga Wichita, Kansas, menggugat kotanya atas pemasangan sekitar 200 kamera Flock Safety yang dianggap melakukan pengawasan massal tanpa surat perintah.
Gugatan ini diajukan oleh Mason Grimmett pada 30 Juli lalu.
>>> Toyota Camry Hybrid: Sedan yang Membuat Perjalanan Jauh Lebih Hemat
Grimmett, yang diwakili oleh Kansas Justice Institute, menilai kamera tersebut memotret dan mengkatalogkan setiap kendaraan yang melintas tanpa dasar hukum yang jelas.
Ia meminta pengadilan menyatakan program ini inkonstitusional berdasarkan Section 15 Kansas Bill of Rights.
Dalam gugatannya, Grimmett merasa 'terjebak' dalam pengawasan tanpa pandang bulu yang dilakukan terhadap semua pengemudi di Wichita. Ia tidak meminta kompensasi, melainkan agar kamera-kamera tersebut dicabut.
Potensi Dampak Nasional
Putusan kasus ini bisa berdampak besar pada perdebatan penggunaan Automated License Plate Readers (ALPR) di Amerika Serikat. Jika Grimmett menang, Wichita kemungkinan harus mematikan kameranya.
Kemenangan tersebut juga bisa menjadi peta jalan hukum bagi warga di negara bagian lain untuk menantang sistem serupa.
Kota-kota yang memasang kamera tanpa diskusi publik mungkin harus berhadapan dengan tuntutan hukum.
>>> Dodge Durango R/T 392 Smokescreen Concept Meluncur di Roadkill Nights
Data dari kamera Wichita disebut dapat diakses oleh hampir semua polisi kota, serta ratusan lembaga penegak hukum lain.
Kota dilaporkan tidak bisa melacak ke mana informasi tersebut disebarkan setelah diterima agensi lain.
