Membeli mobil baru seringkali mahal karena depresiasi tajam. Untuk beberapa model, membeli bekas bisa lebih hemat dan tetap dapat performa serta fitur mewah.
Membeli kendaraan baru, baik sedan, SUV, maupun truk, kini semakin mahal.
Anda mungkin mendapatkan model terbaru dan paling mengilap, tetapi itu tidak selalu menjadi cara paling cerdas untuk membelanjakan uang.
>>> Bukan BMW, Ini Sedan Sport Terbaik di Bawah US$45 Ribu
Di tengah depresiasi yang curam, harga yang terus naik, dan skema pembiayaan yang rumit, banyak kendaraan bekas saat ini menawarkan performa, kenyamanan, dan teknologi yang sama dengan harga jauh lebih murah.
Pasar mobil bekas pun menjadi tempat yang menarik untuk berbelanja.
Hal ini terutama berlaku jika Anda menyukai sesuatu yang berbeda.
Membeli bekas bukan hanya soal menghemat uang, tetapi juga bisa membuka akses ke mesin yang lebih baik, trim lebih tinggi, powertrain yang sudah tidak diproduksi, serta berbagai kemewahan.
SUV Lexus ini adalah contoh nyata mengapa membeli bekas lebih masuk akal daripada membeli baru.
Depresiasi: Alasan Utama Membeli Baru Kurang Bijak
Kelemahan terbesar membeli mobil baru bukanlah soal keandalan atau teknologi, melainkan depresiasi.
Begitu kendaraan baru keluar dari dealer, nilainya langsung turun, dan penurunan itu biasanya paling curam pada beberapa tahun pertama.
Membiarkan orang lain menanggung penurunan nilai awal tersebut sering kali lebih masuk akal secara finansial daripada membeli baru dan menanggung sendiri kerugiannya.
Sebagai contoh, BMW X5 xDrive45e tahun 2021 yang dulu memiliki harga jual hampir $70.400, kini di pasar bekas rata-rata hanya $32.900.
