Ford memecat dua pertiga pemimpin di bidang manufaktur, rantai pasok, dan teknik setelah peluncuran Super Duty 2023 yang bermasalah. CEO Jim Farley menyebut perubahan ini sebagai katalis untuk meningkatkan kualitas.
Ford mengambil langkah tegas dengan memecat dua pertiga pemimpin di sektor manufaktur, rantai pasok, dan teknik setelah peluncuran Super Duty 2023 yang bermasalah.
Keputusan ini diungkapkan langsung oleh CEO Ford, Jim Farley, dalam wawancara dengan Detroit Free Press.
>>> Garansi Gratis Hertz untuk Mobil Bekas Sewa: 100.000 Mil, Tapi Sudah Termasuk Jarak Tempuh Awal
Menurut Farley, peluncuran Super Duty yang gagal menjadi pemicu perubahan besar di perusahaan.
Masalah perangkat lunak dan kekurangan semikonduktor membuat ribuan truk harus diparkir di berbagai lokasi di Amerika Serikat sebelum akhirnya dikirim ke dealer.
Perubahan Kepemimpinan dan Mentalitas Baru
Ford kemudian merekrut ratusan pemimpin baru dan mendorong kolaborasi antar divisi.
>>> Freelander 8 EREV Meluncur di China 3 September, Siap Go Global
Farley menekankan bahwa budaya perusahaan berubah dari saling menyalahkan menjadi fokus pada pemecahan masalah.
Kini, setiap masalah yang dilaporkan langsung ditindaklanjuti dengan mencari akar penyebabnya.
Farley mengakui bahwa keputusan untuk menunda peluncuran dan memperlambat produksi sangat sulit, tetapi diperlukan agar masalah tidak sampai ke pelanggan.
>>> Rifat & El Mayka Sungkar: Uji Ketepatan Pace Note di Pasuruan
Hasilnya mulai terlihat dengan Ford menempati peringkat pertama dalam survei kualitas awal JD Power untuk merek mainstream.
Meski begitu, Ford masih memimpin industri dalam hal recall tahun ini.
Analis eksekutif iSeeCars, Karl Brauer, mengatakan tantangan sebenarnya adalah menjaga kualitas peluncuran kendaraan baru selama 5 hingga 15 tahun ke depan.
>>> Volkswagen ID. Aura T6 Mulai Dipesan di China, Harga Mulai Rp 300 Jutaan
Toyota telah membangun reputasi kualitas melalui produksi kendaraan yang tahan lama dan minim masalah pasca-pembelian selama puluhan tahun.
