Lexus akan memproduksi crossover listrik generasi baru di Shanghai pada 2027. Teknologi gigacasting dipakai untuk mengurangi bobot dan menambah jangkauan.
Lexus dikabarkan akan segera meluncurkan kendaraan listrik (EV) generasi baru di China. Model ini akan diproduksi di pabrik baru Shanghai pada musim gugur 2027.
Menurut laporan Nikkei Asia, EV anyar tersebut berupa crossover yang dibuat dengan teknologi mutakhir. Teknologi itu mencakup gigacasting untuk mencetak beberapa bagian bodi aluminium menjadi satu kesatuan besar.
>>> Recall Lucid Air: 27.185 Unit Diminta Parkir di Luar karena Risiko Kebakaran
Gigacasting pertama kali dipopulerkan oleh Tesla dan kini mulai diadopsi industri otomotif. Teknologi ini menjanjikan penghematan bobot yang signifikan.
Pada Lexus EV ini, penghematan bobot berpotensi meningkatkan jangkauan berkendara hingga beberapa persen. Toyota biasanya menyimpan teknik produksi tercanggih untuk Jepang atau Amerika Serikat.
>>> Harga Bensin Agustus Diprediksi Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Namun, Lexus disebut sebagai pengecualian langka karena model ini akan dibangun di China. Pasar China memang didominasi kendaraan listrik, dan Lexus kesulitan bersaing di sana.
Sepanjang 2025, Lexus hanya menjual 182.458 unit di China. Sebagai perbandingan, merek mewah ini mampu menjual 370.260 unit di Amerika Serikat pada periode yang sama.
>>> Hyundai Pikap Mid-Size Baru Lawan Hilux dan Ranger Berpotensi Jadi Hybrid
Lexus berencana memproduksi sekitar 1.000 unit per bulan pada tahun pertama. Namun, kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi puluhan ribu unit per tahun.
Model ini tampaknya hanya dijual di China, sebuah perubahan bagi Lexus. Saat ini, lini produk Lexus mencakup NX, RX, GX, LX, ES, LS, LM, dan RZ.
>>> Honda Civic 2026: Sedan Terjangkau yang Utamakan Kenyamanan
RZ merupakan satu-satunya EV Lexus di pasar yang sangat membutuhkan kendaraan listrik. Kehadiran crossover anyar ini diharapkan bisa memperkuat posisi Lexus di China.
