otomotif1.com

#Cari_Aman: Gadget Bisa Nanti, Keselamatan Berkendara Tetap Nomor Satu

#Cari_Aman: Gadget Bisa Nanti, Keselamatan Berkendara Tetap Nomor Satu

Menggunakan gadget saat jalan sangat berisiko. PT Wahana Makmur Sejati jelaskan hukum, bahaya terpecah fokus, serta 5 cara bijak memanfaatkan perangkat tanpa bahaya. Simak pernyataan resmi Agus Sani & terapkan prinsip #Cari_Aman.

Ukuran teks

Otomotif1.com, JAKARTA, Agustus 2026 – Di balik kemudahan teknologi, ada risiko besar jika salah menempatkan waktu penggunaannya. Saat mengendarai sepeda motor, lengah sedikit saja bisa berakibat fatal terutama jika perhatian terbagi ke layar perangkat. Jalan raya bukan tempat untuk melakukan banyak hal sekaligus, apalagi saat satu tangan memegang setir dan fokus terpecah.

Secara hukum, kewajiban menjaga fokus ditegaskan dalam Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan: setiap pengemudi wajib berkendara dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Mengoperasikan perangkat saat berjalan—entah itu balas pesan, ganti musik, buka medsos, hingga merekam—langsung memutus aliran perhatian. Padahal kondisi lalu lintas berubah dalam detik: kendaraan rem mendadak, pejalan kaki menyeberang, atau jalanan rusak. Saat mata ke layar, waktu reaksi menjadi terlambat drastis.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), menegaskan bahaya ini:

“Penggunaan gadget saat berkendara membuat konsentrasi pengendara terpecah. Ketika mata dan pikiran tertuju pada layar, pengendara bisa kehilangan kesempatan untuk melihat atau merespons kondisi di depan. Kecelakaan akibat distraksi seperti ini memang sangat berisiko, karena sering kali terjadi hanya dalam hitungan detik.”

 WMS sebagai Main Dealer Honda Jakarta–Tangerang tidak melarang penggunaan teknologi, melainkan mengajarkan tata cara benar demi keamanan:

  • Siapkan segala hal sebelum bergerak: cek rute, pesan penting, atur perangkat.
  • Tetapkan navigasi & letakkan dengan aman: tidak menghalangi pandangan atau kendali.
  • Jangan sentuh saat berjalan: hindari membaca, telepon, rekam, atau geser layar.
  • Berhenti di tempat aman jika butuh: cari lokasi terjamin, parkir benar, baru pakai alat.
  • Tahan notifikasi: bunyi atau pesan bisa ditunggu sampai selesai atau istirahat aman.

“Kami mengajak pengendara untuk tidak menjadikan gadget sebagai pemecah konsentrasi di jalan. Kalau memang harus menggunakan gadget, pastikan motor sudah berhenti di lokasi yang aman. Prinsipnya sederhana, saat motor berjalan fokus ke jalan, saat ingin menggunakan gadget berhenti terlebih dahulu,” tambah Agus Sani lagi.

Konsentrasi penuh adalah tanggung jawab kepada diri sendiri dan sesama pengguna jalan. Semakin sedikit gangguan, semakin cepat kita merespons keadaan tak terduga. Mari dukung gerakan #Cari_Aman: secanggih apa pun alat yang dimiliki, ia tidak bisa menggantikan kehati-hatian pengendara di atas aspal. (*) [sny]

Update Terbaru

Lihat semua