4 Kecamatan Khas di Indramayu dengan Nama yang Berasal dari Singkatan, Apa yang Dimaksud dengan Kedokan Bunder?
Indramayu --
1. Kertasemaya: Mengingatkan Akan Janji yang Tak Tepat
Salah satu kecamatan yang menarik perhatian adalah Kertasemaya.
Nama ini sebenarnya merupakan gabungan dari kata "Kertas" dan "Semaya".
"Kertas" mengacu pada selembar kertas, sedangkan "Semaya" memiliki arti samar-samar sulaya atau tidak tepat janji.
Konon, pada masa pembangunan sungai Sindupraja, sungai Duta Mati, dan pompa air di daerah ini, para pekerja diberikan selembar kertas setiap hari Minggu.
Kertas tersebut mencantumkan nilai uang yang akan diterima oleh para pekerja sebagai upah selama satu minggu kerja.
Pekerja kemudian dapat menukarkan kertas tersebut dengan uang sebagai bentuk pembayaran atas upah mereka.
Namun, seringkali pembayaran tersebut tertunda dan tidak pasti.
Sehingga, munculah nama Kertasemaya yang mengingatkan pada peristiwa kertas yang diberikan kepada pekerja namun tidak kunjung dibayarkan atau tidak tepat janji.
2. Kedokan Bunder: Pertarungan dan Keputusan
Kedokan Bunder adalah kecamatan lain yang menggunakan nama singkatan.
"Kedokan Bunder" sebenarnya merupakan kepanjangan dari "kedodok bunder".
"Kedodok" memiliki arti terduduk, sedangkan "bunder" berarti bundar.
Diceritakan bahwa pada suatu waktu, Putra Raja Campa mengajukan pinangan kepada Nyi Mas Kawunganten.
Namun, pinangan tersebut ditolak karena Nyi Mas Kawunganten telah memiliki suami.
Tidak puas dengan penolakan tersebut, terjadilah pertarungan antara keduanya.
Dalam pertarungan itu, Nyi Mas Kawunganten berhasil mengalahkan Putra Raja Campa dengan senjata golok cabang.
Serangan tersebut membuat Putra Raja Campa sekarat dalam posisi terduduk yang membentuk bundaran.
Sebagai kenang-kenangan atas pertarungan yang dimenangkan oleh Nyi Mas Kawunganten.
Daerah yang sebelumnya dikenal sebagai Lebak Sungsang ini akhirnya berganti nama menjadi Kedokan Bunder.
3. Karangampel: Kisah Keajaiban Sebatang Bambu
Di antara kecamatan-kecamatan yang menarik di Indramayu, terdapat satu yang benar-benar unik, yaitu Karangampel.
Nama kecamatan ini sebenarnya terdiri dari dua kata, "Karang" dan "Ampel". "Karang" mengacu pada pepohonan, sedangkan "Ampel" berarti bambu.
Legenda di balik nama ini bermula pada masa lalu, ketika seorang pemuka masyarakat memiliki ambisi besar untuk memajukan desa tersebut.
Dalam perjalanan pencarian pemahaman spiritual, pemuda tersebut memutuskan untuk melakukan semedi, dan di sinilah terjadinya keajaiban yang tak terduga.
Saat dalam keadaan semedi, tiba-tiba muncul sebatang pohon bambu di hadapannya.
Kejadian ini begitu mengagumkan dan memukau pemuda tersebut. Pohon bambu itu terlihat begitu indah dan memancarkan aura yang kuat.
Sejak saat itu, daerah ini pun diberi nama Karangampel, sebagai penghormatan terhadap kejadian ajaib tersebut.
