Lexus mengembangkan platform kendaraan yang bisa digunakan untuk hybrid maupun EV, memberikan fleksibilitas tinggi dan efisiensi biaya di tengah perubahan permintaan pasar global.
Lexus, divisi mewah Toyota, mengadopsi pendekatan baru dalam pengembangan kendaraan dengan menciptakan platform yang dapat digunakan untuk mobil hybrid maupun listrik murni (EV).
Strategi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimal di tengah fluktuasi permintaan konsumen.
Fleksibilitas Platform
Menurut para eksekutif Lexus dan Toyota yang mempresentasikan rencana tersebut di pusat pengembangan Shimoyama, Jepang, model-model mendatang akan dibangun di atas arsitektur yang sama.
Perbedaan utama hanya terletak pada pemasangan baterai atau powertrain hybrid.
Dengan pendekatan ini, Lexus dapat merespons cepat jika permintaan pasar berubah, baik ke arah EV, hybrid, atau kombinasi keduanya.
Fleksibilitas ini juga memungkinkan Lexus menyesuaikan diri dengan kebijakan insentif kendaraan bersih di berbagai negara.
CTO Toyota, Hiroki Nakajima, mengungkapkan bahwa SUV listrik Lexus TZ yang akan datang diperkirakan sudah menguntungkan sejak peluncuran di Amerika Utara.
Klaim ini kontras dengan banyak produsen lain yang masih merugi akibat investasi besar di EV.
Analis otomotif CLSA Tokyo, Christopher Richter, menilai keunggulan Lexus terletak pada basis biaya yang lebih rendah.
Meski Toyota tidak merinci keuangan Lexus, Richter memperkirakan margin Lexus berada di angka dua digit.
Sebagai perbandingan, Mercedes mencatat return on sales 5% tahun lalu, sementara BMW 5,3%.
Richter menambahkan bahwa Lexus mampu membanderol harga setara BMW namun dengan memanfaatkan volume pembelian dan sumber daya pengembangan Toyota, produsen mobil terbesar dunia.
Model ES terbaru sudah menjadi contoh keberhasilan strategi ini, tersedia dalam versi hybrid dan EV dari platform yang sama.
BMW dan Mercedes juga menerapkan platform bersama untuk beberapa model, namun mereka tetap memiliki platform khusus EV.
BMW dan Mercedes masing-masing menjual lebih dari dua kali lipat volume Lexus yang mencapai 882.291 kendaraan secara global pada 2025.
Namun, dalam segmen mewah, profitabilitas menjadi kunci, dan Lexus yakin memiliki keunggulan.
