Honda Prospect Motor sudah bersiap perkenalkan konsep mobil listrik Super One di GIIAS 2026. Berbeda dengan kendaraan listrik lain, Super One tetap pertahankan karakter khas Honda yang menyenangkan dikendarai.
Otomotif1.com, Jakarta, 13 Juli 2026 l – Honda Prospect Motor (HPM) akan mengusung tema "Culture Evolve" pada ajang GIIAS 2026. Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar yang pesat, Honda menegaskan tetap mempertahankan nilai inti budaya rekayasa, performa, dan identitas berkendara yang telah dijunjung selama ini.
Salah satu sorotan utama adalah perkenalan konsep mobil listrik terbaru bernama Super One. Berbeda dengan kendaraan listrik pada umumnya, Super One tidak hanya menawarkan kebersihan dan efisiensi energi, tetapi juga mengutamakan karakter serta rasa berkendara khas Honda.

Yulian Karfili, Kepala Sub-Divisi Strategi Komunikasi PT Honda Prospect Motor|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
"Jadi, tema-tema yang diusung di GIIAS 2026 nanti itu adalah culture evolve. Jadi, Honda menegaskan kembali di tengah banyak perubahan di industri, perubahan teknologi, perubahan kebutuhan konsumen, dan lain-lain. Satu hal yang masih terus dipertahankan Honda dari dulu sampai sekarang adalah bagaimana kita punya kultur yang terus sama, kita bawa terus ke mana-mana pun perubahan yang terjadi. Kultur kami adalah tentang rekayasa, performa, dan mobil sebagai bagian identitas gaya hidup," ujar Yulian Karfili, Kepala Sub-Divisi Strategi Komunikasi PT Honda Prospect Motor.
Budaya ini terus berkembang, namun karakter dasarnya tetap sama. Super One bukan sekadar mobil listrik biasa, melainkan kendaraan yang tetap memiliki jiwa khas Honda, lanjut Yulian Karfili menandaskan dalam wawancara khususnya dengan tim redaksi Otomotif1.com.
Biasanya pembahasan mobil listrik lebih banyak menyoroti fitur atau jarak tempuh. Super One hadir dengan pendekatan berbeda: mengajak konsumen beralih ke teknologi baru tanpa harus meninggalkan kesenangan berkendara. Kendaraan ini ditujukan bagi siapa saja baik loyalis Honda maupun pengguna baru yang menghargai kualitas rasa kemudi.
"Semua mobil Honda dibuat untuk orang yang menikmati berkendara. Seperti halnya Prelude yang menarik banyak pengguna baru, kami berharap Super One juga diterima luas. Konsep ini memang jarang diusung di segmen listrik, namun kami yakin banyak yang merindukan karakter seperti ini," tambah Yulian.
Mengenai skema pemasaran, Super One berbeda dengan IN1 yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis (B2B). Super One disiapkan sepenuhnya untuk konsumen perorangan dengan sistem penjualan yang akan diumumkan secara lengkap selama GIIAS 2026 berlangsung.
"Bagi Honda, apapun sumber tenaganya; bensin, hibrida, maupun listrik, sebuah mobil harus tetap menyenangkan, berniat jelas, dan berkarakter. Itulah jiwa yang kami bawa ke Super One," pungkasnya. (*) [sny]
