Menteri Transportasi Sean P. Duffy menyurati CEO Ford Jim Farley dan menyatakan kekhawatiran mendalam atas kemitraan Ford dengan perusahaan China seperti CATL, Geely, dan BYD.
Pemerintahan Trump melayangkan kritik tajam terhadap Ford terkait kemitraan bisnisnya dengan sejumlah perusahaan China. Menteri Transportasi Sean P.
Duffy menyampaikan keberatan itu melalui surat kepada CEO Ford Jim Farley tertanggal 3 September.
Dalam surat yang baru dipublikasikan tersebut, Duffy mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas arah strategis Ford.
Ia menilai merek bersejarah itu aktif menjalin masa depan dengan perusahaan-perusahaan yang didukung negara China.
Salah satu poin yang disorot adalah lisensi baterai Ford dengan raksasa China CATL.
Kesepakatan yang pertama kali ditandatangani pada 2023 itu semula memungkinkan Ford memproduksi baterai EV memakai teknologi CATL.
Namun, permintaan EV di Amerika Serikat yang menurun membuat Ford beralih merakit sel lithium-iron phosphate dengan teknologi CATL untuk sistem penyimpanan energi.
Duffy menilai langkah itu tetap bertentangan dengan semangat keamanan nasional dan kemandirian rantai pasok.
Duffy juga menyoroti kesepakatan Ford dengan Geely di Spanyol. Menurutnya, kerja sama itu membantu pesaing strategis mendapatkan pijakan penting di pasar Barat.
Surat tersebut turut menyinggung pembicaraan Ford dengan BYD soal berbagi komponen kendaraan hibrida.
Duffy menegaskan bahwa perusahaan yang sengaja memperdalam ketergantungan operasional pada pesaing strategis gagal menjadi mitra yang diandalkan publik Amerika.
Respons Ford
Ford merespons cepat kritik tersebut.
Perusahaan menyebut surat Duffy sebagai upaya salah arah untuk mencari perhatian dengan mengorbankan perusahaan yang telah berbuat lebih banyak bagi manufaktur Amerika dibanding hampir semua perusahaan lain dalam sejarah bangsa.
Ford menegaskan BlueOval Battery Park Michigan di Marshall adalah fasilitas milik dan dioperasikan Ford.
Pabrik itu disebut mewakili investasi miliaran dolar dan sekitar 1.700 lapangan kerja baru bagi pekerja Amerika.
Perusahaan juga menyatakan fasilitas tersebut memproduksi baterai di Michigan, dengan pekerja Amerika, untuk kendaraan Ford yang juga dirakit di Amerika.
Ketegangan ini muncul menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir bulan ini.
