otomotif1.com

AS Pertimbangkan Solar Merah demi Tekan Harga, Ini Kata Pengamat

Ilustrasi bahan bakar solar merah yang dipertimbangkan pemerintah Amerika Serikat untuk menekan harga
AS Pertimbangkan Solar Merah demi Tekan Harga, Ini Kata Pengamat

Pemerintah AS mempertimbangkan penjualan solar merah yang lebih luas untuk menekan harga. Pajaknya jauh lebih rendah, tetapi pengamat menilai dampaknya minim.

Ukuran teks

Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan langkah baru untuk menekan harga solar yang masih tinggi. Salah satu opsi yang muncul adalah memperluas penjualan solar merah atau red-dyed diesel.

Solar jenis ini biasanya hanya dipakai untuk pertanian, pembangkit listrik, dan penggunaan di luar jalan raya. Warnanya diberi pewarna khusus dan dikenai pajak yang jauh lebih rendah.

Harga rata-rata nasional solar per galon sempat menyentuh rekor tertinggi 6,53 dolar AS pada 22 September.

Kini harganya turun menjadi 6,45 dolar AS per galon, tetapi masih 2,77 dolar AS lebih mahal dibanding setahun lalu.

Di California, harga solar rata-rata mencapai 8,40 dolar AS. Karena solar menjadi tulang punggung ekonomi, kenaikan ini ikut mendorong naiknya harga berbagai barang.

Beda Pajak Solar Merah dan Solar Jalan Raya

Menurut laporan Reuters, AS kini mempertimbangkan penjualan solar merah yang lebih luas sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya.

Pajak solar untuk jalan raya sebesar 24,4 sen per galon.

Sementara itu, solar berwarna dibebaskan dari pajak federal tersebut, tetapi tetap dikenai biaya 0,1 sen per galon.

Artinya, memperluas penjualan solar merah setara dengan hari libur pajak solar.

Namun, sejumlah pihak meragukan efektivitas langkah ini.

Patrick De Haan dari GasBuddy menilai petani sudah memakai solar merah, sehingga mereka kemungkinan tidak mendapat penghematan besar.

Pasokan juga tidak akan terpengaruh, sehingga dampak keseluruhannya dinilai minimal. Pengemudi truk bermesin diesel paling banter hanya bisa menghemat 24,3 sen per galon.

American Petroleum Institute menyambut baik gagasan ini. Sikap itu muncul tak lama setelah lembaga tersebut menolak kemungkinan larangan ekspor solar.

Dalam siaran persnya, kelompok itu menyebut larangan ekspor bukan solusi cepat yang diharapkan para pendukungnya. Kebijakan itu justru dinilai bisa menaikkan harga di dalam negeri.

Sejumlah politikus dari Partai Republik juga menilai larangan ekspor sebagai gimmick, terlalu janggal, dan tidak benar-benar mengubah keadaan.

Belum jelas apakah pemerintah akan melanjutkan gagasan solar merah ini.

Update Terbaru

Lihat semua