Cadillac menarik 29.347 unit Optiq EV karena anti-pinch jendela depan gagal mendeteksi objek di 0,5 inci terakhir. Perbaikan cukup lewat pembaruan perangkat lunak.
Cadillac menarik 29.347 unit Optiq EV dari pasar Amerika Serikat.
Penyebabnya, jendela depan berpotensi gagal mendeteksi objek asing di 0,5 inci terakhir lintasan dan tidak berbalik arah.
Masalah ini hanya muncul saat tombol key fob digunakan untuk menutup jendela. Perbaikannya dilakukan lewat pembaruan perangkat lunak, bukan penggantian komponen.
Fitur anti-pinch sebenarnya sudah menjadi kewajiban legal di mobil Amerika Serikat selama lebih dari 20 tahun.
Fungsinya mendeteksi hambatan di jalur jendela, lalu membalikkan arah kaca saat motor mendeteksi lonjakan arus.
Pada sejumlah Optiq model 2025-27, fitur itu disebut tidak selalu aktif.
Kaca berisiko tidak berhenti dan berbalik jika menemui bahaya di 0,5 inci atau 13 mm terakhir lintasan jendela.
Kondisi ini melanggar Federal Motor Vehicle Safety Standard 118. Kekhawatiran utamanya tentu pengemudi dengan anak kecil.
GM Salahkan Pemasok
Dalam catatan recall NHTSA, GM menuding pemasok Kwangjin America sebagai pihak yang salah. Menurut GM, pemasok itu menetapkan rentang lintasan atas perangkat lunak anti-pinch secara keliru.
Kabar baiknya, belum ada laporan jari terluka akibat kesalahan ini. Setidaknya sampai sekarang.
Perbaikannya sederhana dan tidak perlu membongkar pintu.
Pembaruan perangkat lunak pada Body Control Module di 29.347 mobil di dealer GM disebut cukup untuk mengatasi masalah ini.
Pemilik yang sudah mendaftar layanan over-the-air bahkan tidak perlu datang ke pusat servis. Pembaruan bisa dilakukan dari jarak jauh.
Recall ini bukan satu-satunya langkah Cadillac terkait kenyamanan jari pemilik Optiq. Merek mewah GM itu juga merilis perangkat lunak infotainment baru untuk Optiq, Lyriq, Vistiq, dan CT5-V.
Pembaruan itu memperbesar tombol virtual di layar. Langkah ini merespons keluhan pelanggan yang menyebut target sentuh terlalu mudah meleset, terutama saat berkendara.
