Stellantis memperkenalkan prototipe Fiat 500e dan Maserati Grecale dengan STLA AutoDrive powered by Wayve untuk menguji sistem berkendara Level 2++ tanpa tangan.
Stellantis memperkenalkan dua prototipe baru yang mengusung sistem berkendara otonom Level 2++. Prototipe tersebut dibangun dari Fiat 500e dan Maserati Grecale.
Keduanya dilengkapi "STLA AutoDrive powered by Wayve" yang menjanjikan kemampuan berkendara tanpa tangan dari pintu ke pintu. Teknologi ini diuji dalam kondisi dunia nyata.
Sistem ini pertama kali diumumkan pada Mei lalu. Kini pengembangannya menunjukkan kemajuan melalui kehadiran dua prototipe tersebut.
Adaptasi Lintas Merek dan Model
Stellantis menyatakan prototipe ini memperlihatkan potensi adaptasi teknologi di seluruh lini produk. Perusahaan tidak perlu mengembangkan sistem terpisah untuk setiap model.
Pendekatan itu memungkinkan Stellantis menghadirkan teknologi bantuan pengemudi canggih ke lebih banyak merek, arsitektur, dan profil pelanggan seiring waktu.
Kendaraan produksi pertama dengan sistem Level 2++ dijadwalkan meluncur di Amerika Utara pada 2028. Belum ada keterangan mengenai model yang akan memakainya.
Model tersebut dipastikan bukan Jeep Cherokee hasil desain ulang. Crossover itu baru dijadwalkan masuk produksi pada paruh kedua 2029.
Jeep Cherokee akan menjadi kendaraan buatan Amerika pertama yang dibangun di atas platform STLA One. Namun, model itu tidak menjadi kendaraan pertama untuk sistem Level 2++.
Stellantis belum banyak mengungkap detail teknologinya. Sebelumnya, perusahaan menyatakan sistem ini akan bekerja di jalan tol maupun lingkungan perkotaan.
Perbedaan ini signifikan karena Hands-Free Active Driving Assist saat ini terbatas pada 200.000 mil atau 321.869 km jalan di Amerika Utara.
Jika berjalan sesuai rencana, sistem Level 2++ menargetkan pengalaman berkendara yang intuitif, aman, dan sangat natural. Sistem ini juga dirancang untuk pembaruan di masa depan.
Wayve menyebut AI Driver miliknya merupakan solusi tanpa peta yang tidak memerlukan peta HD terperinci. Pendekatan itu menyederhanakan penerapan global dan menurunkan biaya secara signifikan.
Cara ini memungkinkan perluasan teknologi berkendara otomatis secara skalabel. Wayve menambahkan pendekatan berbasis kamera dilengkapi radar untuk menjaga operasi aman pada biaya wajar.
Produsen mobil juga memiliki opsi menambahkan sensor lain, seperti Lidar.
