Mazda memastikan generasi baru BT-50 sedang dikembangkan dan diperkirakan meluncur sekitar 2028, dengan kemungkinan desain lebih tajam serta opsi powertrain elektrifikasi.
Mazda tengah mengembangkan generasi baru pikap BT-50. Model ini diperkirakan meluncur sekitar tahun 2028.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Managing Director Mazda Australia, Vinesh Bhindi, kepada CarsGuide. Meski belum merinci spesifikasi, ia memastikan proyek penerus BT-50 sudah berjalan.
BT-50 generasi ketiga diperkenalkan pada 2020 dan mendapat pembaruan siklus pertengahan pada akhir 2024.
Model ini dibangun di atas platform ladder-frame Isuzu D-Max dengan gaya khas Mazda di bagian dalam dan luar.
Saat ini BT-50 hanya ditawarkan dengan pilihan mesin turbodiesel non-elektrifikasi.
Posisinya di segmen pikap menengah memang belum sepopuler Toyota Hilux atau Ford Ranger, tetapi tetap menjadi model penting bagi Mazda.
Kolaborasi dan Desain
Karena keterbatasan sumber daya riset dan pengembangan, Mazda kemungkinan besar menggandeng mitra untuk proyek ini.
Dua generasi pertama BT-50 dikembangkan bersama Ford Ranger, sedangkan generasi ketiga beralih ke platform Isuzu.
Mazda bisa melanjutkan kemitraan dengan Isuzu dan mengembangkan model baru bersamaan dengan generasi anyar D-Max.
Opsi lain adalah memperluas kerja sama dengan pabrikan China, Changan, setelah proyek sedan 6e dan SUV CX-6e.
Changan sendiri sudah memiliki pikap Hunter K50 dengan powertrain range-extender.
Namun, model itu berbasis sasis ladder-frame Changan Hunter versi diesel yang telah melahirkan beberapa varian Stellantis di Amerika Selatan, seperti Peugeot Landtrek, Fiat Titano, Ram 1200, dan Ram Dakota.
Soal desain, BT-50 berikutnya diperkirakan mengadopsi bahasa gaya terbaru Mazda dengan lampu LED tajam dan detail sculpted.
Rendering spekulatif menggunakan proporsi Isuzu D-Max sebagai dasar, dipadukan elemen dari Mazda CX-6e, plus ekstensi fender lebar dan kanopi belakang.
Mazda juga diharapkan menghadirkan interior lebih premium, sejalan dengan pergerakan merek ke segmen atas. Ini bisa membantu BT-50 menonjol di segmen yang padat dan menyasar pembeli tertentu.
Seperti kebanyakan pikap menengah di Australia, model ini kemungkinan tetap menawarkan trim tangguh seperti Thunder beserta aksesori opsional untuk penggemar off-road.
Kepala desain Mazda, Eiji Kimoto, yang bertanggung jawab atas gaya BT-50 saat ini, enggan berkomentar banyak.
"Saya tidak diizinkan berbicara banyak tentang produk masa depan, tetapi saya bisa katakan, nantikanlah," ujarnya.
Mengenai powertrain, bos Mazda Australia pada 2025 mengatakan tidak akan ada varian listrik penuh untuk BT-50 dalam waktu dekat.
Ia juga tidak menganggap pikap PHEV sebagai ancaman dan memperkirakan mesin diesel masih akan bertahan.
Namun, ia mengakui pihaknya akan membiarkan pasar menentukan apakah ada permintaan untuk truk elektrifikasi dan mempertimbangkan opsi tersebut.
Jika tetap bermitra dengan Isuzu, Mazda kemungkinan menggunakan diesel mild-hybrid. Jika memilih jalur Changan, opsi range-extender bisa menjadi hasilnya.
Langkah itu akan memungkinkan pikap memenuhi permintaan pasar sekaligus mematuhi regulasi emisi yang semakin ketat, dan berpotensi memperluas jangkauan ke pasar di luar Australia.
