otomotif1.com

Pangsa Pasar EV Rusia Kini Lampaui AS karena Krisis Bahan Bakar

Ilustrasi kendaraan listrik mengisi daya di stasiun pengisian umum
Pangsa Pasar EV Rusia Kini Lampaui AS karena Krisis Bahan Bakar

Pangsa pasar kendaraan listrik Rusia kini melampaui Amerika Serikat. Serangan Ukraina pada kilang minyak membuat BBM langka dan harga EV melonjak.

Ukuran teks

Pangsa pasar kendaraan listrik di Rusia kini tercatat lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat. Lonjakan ini terjadi di tengah kelangkaan bahan bakar yang dipicu serangan Ukraina terhadap fasilitas minyak.

Permintaan EV di Rusia meningkat secara mendadak dan membuat harga naik serta stok di diler menipis. Infrastruktur pengisian daya di negara itu pun masih terbatas.

Data Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia menunjukkan penjualan mobil listrik dan hibrida pada Januari hingga Agustus tahun ini mencapai 83.000 unit.

Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 43.000 unit.

Tingkat adopsi EV di Rusia disebut hampir setara dengan Amerika Serikat. Pergeseran ini sangat dipengaruhi serangan Ukraina ke kilang minyak yang membuat bensin dan diesel langka.

Kelangkaan BBM dan Antrean Panjang

The New York Times melaporkan hanya 46 persen stasiun pengisian bahan bakar yang memiliki stok untuk dijual. Di ibu kota, hanya separuh stasiun yang mampu melayani pembelian bensin.

Di kota-kota besar lain, angka ketersediaan itu dilaporkan hanya 27 persen. Pemerintah Rusia merespons antrean panjang dengan mengizinkan penjualan bensin dan diesel kualitas lebih rendah.

Namun, efek sampingnya membuat sebagian mobil rusak karena tidak cocok dengan bahan bakar bermutu rendah. Kendaraan modern disebut tidak mampu menangani kualitas gas yang lebih rendah.

Seorang pakar industri otomotif Rusia, Sergei Tselikov, membeli GWM Ora 03 GT setelah melihat pengendara mengantre berjam-jam untuk bahan bakar.

Meski bergerak cepat, harga EV sudah naik 2.000 dolar AS akibat permintaan mendadak.

Banyak diler EV kini kehabisan stok, sementara daftar mobil listrik bekas sangat jarang. Efek lain dari ledakan EV adalah meningkatnya waktu tunggu di pengisi daya umum.

Pembeli yang ingin menghindari antrean bahan bakar kini justru menghadapi antrean serupa saat mengisi daya. Jaringan EV Rusia juga terhambat kondisi geografis karena kota-kota besar berjarak sangat jauh.

Permintaan yang rendah sebelumnya membuat pembangunan jaringan pengisian daya tidak berkembang.

Situasi berbeda terjadi di ibu kota yang jumlah pengisi daya EV-nya naik dari 1.500 unit pada 2022 menjadi 8.000 unit saat ini berkat insentif pemerintah.

Ketika sebagian besar pabrikan otomotif global keluar dari pasar Rusia akibat tekanan Barat, ribuan diler dan pabrik perakitan lokal terbengkalai.

Produsen China kemudian masuk mengisi kekosongan tersebut.

Permintaan EV Rusia diperkirakan terus berlanjut dan mengikuti tren global.

Penjualan mobil listrik di lebih dari 90 negara naik tahun ini, dan EV global diproyeksikan mencapai rekor 29 persen dari seluruh pembelian mobil baru pada 2026.

Update Terbaru

Lihat semua