Zenos E10 kembali setelah hampir satu dekade mati suri. Kini hadir dalam dua varian dengan tenaga lebih besar, tetapi harganya melonjak jauh dari model asli.
Zenos, produsen mobil sport ringan asal Inggris, kembali menggebrak setelah hampir satu dekade vakum. Merek ini sempat bangkrut pada 2016, tetapi asetnya diakuisisi AC Cars setahun kemudian.
Kali ini, Zenos memperkenalkan dua versi terbaru dari E10, yakni rZ dan r2. Keduanya membawa peningkatan performa signifikan, meski harga ikut meroket.
Harga Melonjak, Tenaga Meningkat
E10 r2 kini dibanderol mulai £115.900, jauh di atas harga model 2016 yang hanya £26.995. Kenaikan ini terbilang ekstrem meski inflasi sepuluh tahun turut berperan.
Dari sisi dapur pacu, E10 r2 mengandalkan mesin turbo 2.3 liter empat silinder.
Tenaganya mencapai 300 hp dan torsi 313 pound-feet, jauh lebih besar dari model lama yang hanya 200 hp dan 155 lb-ft dari mesin naturally aspirated Ford.
Bobotnya hanya 1.742 pound berkat konstruksi serat karbon dan aluminium. Hasilnya, akselerasi 0-62 mph tercapai dalam 3,8 detik dan kecepatan puncak 150 mph.
Sementara itu, varian E10 rZ memakai mesin turbo 2.0 liter empat silinder yang lebih kecil. Namun, tenaganya lebih besar, yakni 380 hp dan torsi 376 lb-ft.
Kecepatan maksimalnya sama, 150 mph, tetapi akselerasi 0-62 mph turun menjadi 3,2 detik. Untuk menikmati performa ini, pembeli harus merogoh kocek minimal £129.900.
Secara visual, E10 terbaru tampak nyaris identik dengan model asli. Meski demikian, sejumlah pembaruan dilakukan, termasuk dasbor yang lebih modern dengan layar digital dan jok serat karbon.
Kedua versi tetap mengusung konsep mobil sport tanpa kompromi. Transmisi manual enam percepatan, suspensi independen penuh, coilover, dan limited-slip differential menjadi perlengkapan standar.
Kaca depan dan deflektor angin kecil tersedia sebagai opsi.
Dengan harga selangit, Zenos E10 baru ini mungkin akan kesulitan menarik minat konsumen di segmen mobil sport ringan.
