Ketua Chery Yin Tongyue meminta maaf setelah as belakang Omoda 5 lepas di Johor Bahru, memicu penangguhan registrasi dan recall 8.878 unit kendaraan.
Ketua sekaligus Presiden Chery Yin Tongyue menyampaikan permintaan maaf menyusul kekhawatiran kualitas kendaraan di Malaysia.
Pernyataan itu muncul setelah sebuah Chery Omoda 5 kehilangan rakitan as belakangnya, memicu investigasi regulator dan recall yang mencakup 8.878 kendaraan.
Berbicara pada World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV) 21 Oktober, Yin mengakui kekhawatiran tersebut dan menyebut telah meminta maaf kepada menteri investasi, perdagangan, dan industri Malaysia.
Ia juga mendorong produsen otomotif China untuk memasuki pasar luar negeri dengan sikap rendah hati dan komitmen jangka panjang.
"Kami tidak pergi ke luar negeri untuk meraup keuntungan cepat, tetapi untuk berakar dan menggarap pasar ini dalam jangka panjang," kata Yin, seperti dikutip Sohu.
Menurutnya, pelaku usaha perlu menghormati hukum, regulasi, dan praktik bisnis setempat ketika masuk ke pasar luar negeri.
JPJ Hentikan Registrasi Omoda 5
Insiden terjadi di Johor Bahru pada 6 Oktober, ketika rakitan suspensi belakang dan roda terlepas dari bodi kendaraan.
Peristiwa itu mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) mengambil tindakan regulasi.
Pada 11 Oktober, JPJ menangguhkan sementara Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5, sehingga registrasi baru terhenti selama investigasi dan penilaian potensi risiko keselamatan berlangsung.
Departemen tersebut meminta Chery Malaysia mengidentifikasi kendaraan yang berpotensi terdampak melalui nomor part, batch produksi, dan vehicle identification number (VIN).
Audit teknis JPJ mencakup proses produksi dan perakitan, sistem kontrol kualitas, inspeksi las, serta pemasok komponen as yang relevan.
Menurut pengumuman departemen, penangguhan itu terkait dengan investigasi dan penerapan langkah korektif serta preventif yang sesuai.
Recall Mencakup 8.878 Unit Omoda 5
Cakupan recall dilaporkan mencapai 8.878 unit varian Omoda 5 C dan H pada 14 Oktober.
Angka itu merupakan jumlah kendaraan yang tercakup dalam kampanye recall, bukan jumlah kendaraan yang terkonfirmasi memiliki as belakang cacat.
Pemilik dapat memeriksa VIN kendaraan melalui pemberitahuan recall Chery Malaysia.
Perusahaan menyatakan akan memeriksa kendaraan terdampak dan, bila diperlukan, mengganti komponen terkait secara gratis.
Chery menggantikan Omoda 5 bermesin bensin versi awal di Malaysia dengan Chery O5 pada September 2025.
Model yang lebih baru memakai suspensi belakang multi-link, berbeda dari tata letak torsion-beam pada Omoda 5 awal.
Penangguhan VTA berkaitan dengan Omoda 5 yang menjadi sasaran tindakan JPJ, dan informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa O5 yang lebih baru terkena persoalan suspensi yang sama.
Kasus ini menyusul kampanye terpisah pada 2024 yang melibatkan 600 kendaraan Omoda 5 setelah kegagalan as belakang.
Chery saat itu mengaitkan masalah tersebut dengan persoalan kalibrasi peralatan pada pemasok komponen.
Kedua kampanye berbeda cakupan, dan informasi yang tersedia tidak menunjukkan keduanya memiliki akar penyebab yang sama.
Insiden terbaru kembali menyoroti kualitas komponen, pengawasan pemasok, dan pemeriksaan keselamatan kendaraan.
Penyebab insiden Oktober masih dalam penyelidikan dan tidak semestinya disamakan dengan persoalan kalibrasi pemasok pada 2024.
