Setelah sukses dengan i7, Rimac memperluas kerja sama dengan BMW untuk mengembangkan dua model baru yang masih dirahasiakan.
Rimac dilaporkan tengah membantu BMW mengembangkan dua model baru yang belum diungkap identitasnya.
Kabar ini memperluas kolaborasi keduanya setelah BMW i7 menjadi model pertama yang memakai sistem baterai hasil pengembangan bersama.
Bos Rimac, Mate Rimac, mengonfirmasi bahwa "ada dua mobil lagi dalam pipeline" yang dikerjakan bersama BMW.
Namun, detail mengenai kedua model tersebut belum diumumkan, sehingga spekulasi mengarah pada lini Neue Klasse BMW.
Sistem Baterai Kolaborasi
Sistem baterai yang dikembangkan bersama BMW menggabungkan sel silinder litium-ion Gen6 4695 milik BMW dengan teknologi modul Gen5.
Arsitektur ini dirancang skalabel agar bisa digunakan pada kendaraan lain.
Rimac memproduksi sistem baterai tersebut di kampusnya dekat Zagreb.
Kerja sama ini menjadi fondasi bagi perluasan proyek ke dua model misterius tadi.
Mate Rimac dalam wawancara dengan Auto News juga menceritakan bagaimana ia memenangkan kontrak pasokan dengan BMW.
Saat kampus Rimac masih dalam tahap awal pembangunan, ia mengajak eksekutif BMW berkeliling dan menunjukkan lokasi yang direncanakan untuk lini produksi BMW.
Ketika BMW menyatakan belum memiliki kontrak dengan Rimac, Mate menjawab, "Tidak masalah, saya membangunnya untuk Anda."
Ia menegaskan bahwa untuk memasok BMW yang premium, Rimac harus unggul secara teknis dan komersial.
Teknologi Rimac telah digunakan di berbagai mobil, termasuk Koenigsegg Regera, Aston Martin Valkyrie, Porsche 911 GTS T-Hybrid, dan EV Ceer dari Arab Saudi.
Pada September, konsorsium investor membeli 21% saham Porsche di Rimac Group dan 45% saham di joint venture Bugatti Rimac.
Lepas dari pengaruh Porsche, Rimac mengklaim kini bisa mengambil keputusan lebih cepat.
Mate Rimac menyebut perusahaan besar seperti Porsche selalu sadar risiko dan lambat dalam pengambilan keputusan.
Kini, keputusan yang dulu butuh enam bulan menunggu persetujuan dewan bisa selesai lebih cepat.
