Data SNE Research menunjukkan pabrikan baterai China menguasai 56,4% pasar luar negeri pada Januari-September 2026, dengan CATL dan BYD memimpin pertumbuhan.
Pabrikan baterai China berhasil menguasai lebih dari separuh pasar baterai kendaraan listrik (EV) di luar China pada sembilan bulan pertama 2026.
Data terbaru dari lembaga riset asal Korea Selatan, SNE Research, menunjukkan satu dari setiap dua baterai daya yang dipasang pada EV di luar China kini berasal dari pemasok China.
Sepanjang Januari-September 2026, total volume pemasangan baterai daya di luar negeri dari pabrikan China mencapai 426,7 GWh.
Angka itu tumbuh 24,7% secara year-on-year, melampaui laju pertumbuhan pasar global yang sebesar 19,7%.
Enam perusahaan baterai utama China, yakni CATL, BYD, Gotion High-Tech, Svolt, CALB, dan Eve Energy, secara kolektif mencatat pangsa 56,4% di pasar luar negeri.
Pangsa tersebut naik lebih dari 13 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
CATL dan BYD Tetap Memimpin
CATL masih menjadi pemasok teratas di pasar luar negeri dengan pemasangan 143,7 GWh pada tiga kuartal pertama.
Pemasangan itu meningkat 46,7%, mendorong pangsa pasar luar negeri CATL menjadi 33,7%.
SNE Research menilai dimulainya produksi uji coba di pabrik CATL di Hungaria diperkirakan semakin memperkuat fondasi rantai pasok perusahaan di Eropa.
BYD menempati posisi ketiga di pasar luar negeri dengan pemasangan 45,9 GWh, melonjak 66,8%, sehingga pangsa pasarnya menjadi 10,8%.
Berbeda dengan CATL, pertumbuhan baterai BYD sangat terkait dengan ekspor kendaraannya sendiri yang meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pertumbuhan pabrikan China lapis kedua terbilang agresif.
Eve Energy memimpin di antara sepuluh besar dengan laju pertumbuhan 214,6% (9,5 GWh), disusul Gotion High-Tech 153,8% (17,6 GWh), Svolt 102,3% (13,1 GWh), dan CALB 88,5% (10,6 GWh).
Di sisi lain, tiga pabrikan baterai besar Korea Selatan, yaitu LG Energy Solution, SK On, dan Samsung SDI, mencatat penurunan pangsa gabungan di pasar non-China dari 38,2% menjadi 26,5%.
Total pemasangan mereka turun 13,5% menjadi 113 GWh, yang sebagian besar disebabkan oleh kontraksi tajam di pasar Amerika Utara.
Sementara itu, Panasonic dari Jepang yang masih sangat bergantung pada Tesla mencatat pangsa pasar turun menjadi 8,4% dengan pemasangan 35,6 GWh.
