Lexus IS F mengandalkan V8 5.0 liter naturally aspirated 416 hp, tanpa turbo. Sedan Jepang ini menawarkan karakter mesin dan keandalan yang berbeda dari rival Jerman.
Di tengah dominasi mesin turbo di segmen sedan performa, Lexus IS F hadir sebagai pengecualian.
Sedan Jepang ini menghasilkan lebih dari 400 horsepower dari V8 naturally aspirated, tanpa bantuan forced induction.
IS F diproduksi antara 2008 dan 2014, dan sepanjang masa itu mempertahankan konfigurasi mesin yang sama.
Pendekatan ini berbeda dari banyak rival yang beralih ke turbo untuk mengejar tenaga dan efisiensi.
V8 5.0 Liter Tanpa Turbo
Jantung pacu IS F adalah 2UR-GSE, V8 5.0 liter naturally aspirated.
Mesin ini diklaim menghasilkan 416 horsepower pada 6.600 rpm dan torsi 371 pound-feet pada 5.200 rpm.
Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan Sport Direct-Shift ke roda belakang. Akselerasi 0–60 mph tercatat 4,6 detik, dengan kecepatan puncak dibatasi elektronik di 170 mph.
Untuk model tahun 2008–2009, IS F menggunakan open differential. Mulai 2010, Lexus beralih ke Torsen limited-slip differential.
Redline mesin berada di 6.800 rpm, memberikan ruang pernapasan lebar. Torsi membangun secara progresif, bukan meledak sekaligus seperti pada mesin turbo.
Saluran intake kedua terbuka sekitar 3.600 rpm, memunculkan suara tajam saat pedal gas ditekan. Karakter ini membuat mesin terasa semakin agresif seiring putaran meningkat.
Keunggulan Dibanding Rival Jerman
IS F bersaing di kelas yang sama dengan BMW E90/E92 M3, Audi RS4 generasi B7, dan Alpina B3.
Beberapa rival tersebut sudah menggunakan turbo, tetapi IS F menawarkan pendekatan berbeda.
Salah satu keunggulan utama Lexus adalah keandalan. iSeeCars memperkirakan model terdekat yang dipantau, IS 350, memiliki umur pakai 182.431 mil.
Sebagai perbandingan, iSeeCars menyebut BMW 3 Series memiliki umur pakai rata-rata 119.348 mil, sedangkan Audi S4 114.787 mil.
Pemilik IS F yang memberikan ulasan di Kelley Blue Book (KBB) memberi nilai 4,5 dari 5 untuk kualitas keseluruhan dan keandalan.
Sebanyak 83 persen pemilik merekomendasikannya.
BMW 3 Series 2014 mendapat rating dan tingkat rekomendasi yang sama, tetapi memiliki ekspektasi umur pakai lebih rendah dan biaya operasional lebih tinggi.
KBB memperkirakan harga bekas BMW 3 Series 2014 berkisar $8.725 hingga $14.150. Sementara itu, CarEdge memperkirakan biaya kepemilikan 3 Series selama lima tahun mencapai $67.622.
Untuk Lexus IS, CarEdge memperkirakan biaya kepemilikan antara $49.555 dan $60.924, dengan biaya tertinggi untuk varian IS F.
Harga beli IS F sendiri lebih tinggi, rata-rata $32.000 menurut KBB.
Classic. com melaporkan harga lelang rata-rata IS F 2008–2014 sebesar $25.806.
Model kondisi prima dapat mencapai $41.000.
Interior IS F menawarkan layar sentuh tujuh inci pada model dengan paket Navigation, sistem audio Mark Levinson 14 speaker, kontrol iklim dua zona, dan push-button start.
Jok sport berbahan kulit dengan bantalan tebal, konsol tengah finishing tangan, dan pedal sport aluminium memperkuat kesan mewah.
Suspensi independen di keempat roda dan anti-roll bar tebal menopang kenyamanan serta karakter berkendara.
IS F bukan sedan paling tajam di tikungan, tetapi mampu menyeimbangkan kenyamanan dan pengalaman V8 yang menggugah.
Pilihan ada di tangan pembeli: sedan Jerman yang lebih murah tetapi berbiaya perawatan tinggi, atau Lexus IS F yang lebih mahal namun memberikan ketenangan pikiran.
