PT Pertamina Lubricants mengingatkan pentingnya memilih oli asli dan mengenali ciri-cirinya. Oli palsu dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin. Ketahui cara cek keaslian melalui QR Code, hologram, dan fitur keamanan kemasan. Beli hanya dari kanal resmi!
Otomotif1.com, Jakarta, 6 November 2026 | — Temuan dugaan praktik pemalsuan oli kendaraan bermotor kembali menjadi perhatian publik. PT Pertamina Lubricants (PTPL) menegaskan bahwa produk yang tampak serupa secara luar belum tentu memiliki standar mutu yang sama, dan penggunaan oli palsu berisiko menurunkan daya lindung terhadap komponen mesin kendaraan.
Oli memiliki fungsi krusial: melumasi komponen mesin agar tidak aus akibat gesekan, membantu menjaga suhu kerja mesin, serta menjaga kebersihan jalur pelumasan. Oli palsu tidak dapat dipastikan formulasi maupun kandungan aditifnya, sehingga tidak mampu menjalankan fungsi tersebut secara optimal.

Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat, terbentuk endapan, suhu mesin cenderung lebih tinggi, dan dalam jangka panjang dapat terjadi kerusakan mesin yang membutuhkan biaya perbaikan besar.
"Kami mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dalam mengungkap dugaan praktik pemalsuan pelumas yang terjadi akhir-akhir ini. Peredaran produk palsu bukan hanya merugikan konsumen dan pemilik merek, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi kendaraan karena kualitas dan standar produk yang digunakan tidak dapat dipastikan. Pengungkapan kasus seperti ini menjadi langkah penting untuk melindungi konsumen."
Mengenali keaslian oli tidak cukup hanya dengan melihat warna, aroma, atau kekentalan. PTPL membagikan empat ciri utama kemasan oli Pertamina yang asli:
- Struktur botol triple layer, warna bagian dalam botol berbeda dengan bagian luar saat tutup dibuka
- Nomor batch pada tutup dan badan botol tercetak sejajar dan lurus
- Hologram original yang terlihat jelas pada sudut pandang tertentu
- QR Code pada label anti-pemalsuan yang dapat dipindai untuk verifikasi informasi produk

Pemindaian QR Code akan menampilkan nama produk, nomor QR, nomor batch, jenis kemasan, serta riwayat pemindaian. Jika satu kode digunakan berulang kali atau informasi tidak sesuai, konsumen disarankan waspada. Selain itu, harga yang jauh di bawah pasar dan dijual melalui saluran tidak resmi juga patut dicurigai.
PTPL menyarankan masyarakat membeli oli hanya melalui kanal resmi seperti SPBU Pertamina, distributor resmi, bengkel mitra Fastron Auto Service dan Enduro Motor Service, serta toko resmi di platform e-commerce. Informasi lengkap tersedia di situs Lubes.id atau melalui Pertamina Contact Center di 135. (*) [sny]
