Stereoflow merupakan seniman asal Bandung bernama asli Adi Dharma yang telah menekuni seni grafiti selama puluhan tahun.
Seni grafiti merupakan core roots dari karya visual representasi budaya anak muda dinamis serta penuh energi akan pergerakan dan perubahan. Pada dasarnya, gaya seni Stereoflow mengandalkan bentuk-bentuk dasar dan permainan warna namun, dikombinasikan sehingga mencapai tampilan yang dinamis dan cerah ala tahun 80-an.
Dengan gaya seni kontemporer seperti itu, ia telah berhasil memukau masyarakat di berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, Hong Kong, serta Australia.
“Seni, bagi saya, bukan sekedar gambar yang bisa dilihat di kanvas atau dinding, namun juga sebuah proses kreatif yang terus menerus. Kolaborasi ini bisa tercipta karena adanya konsern yang sama antara saya dan DCVI, terutama mengenai proses perubahan yang terus menerus untuk mencapai lingkungan yang lebih berkelanjutan di masa depan,” jelas Stereoflow.
Stereoflow menuangkan inovasi dengan memadukan fungsionalitas produk transportasi dengan estetika melalui tema Energetic Vibes pada karya ini. Kombinasi ini di padupadankan dalam medium bus untuk mencapai kesatuan pesan dan makna.
Melalui kolaborasi ini, DCVI ingin menekankan bahwa Mercedes-Benz Bus terus bersemangat dalam berinovasi secara dinamis, sesuai dengan perkembangan zaman dan melengkapi kebutuhan transportasi berbagai industri di Indonesia.
“Transformasi dari bentuk dan warna dasar menjadi sesuatu yang dinamis dan cerah seperti yang dilakukan Stereoflow tersebut merepresentasikan adanya energi dan semangat untuk lepas dari kekakuan. Tentunya ini sejalan dengan tema yang kami angkat, yaitu Road to Transformation,” jelas Faustina.
