OTOMOTIF1.com

Sokong Pertahanan di Indonesia Profesor ITS Ciptakan Bahan Antiradar

Sokong Pertahanan di Indonesia Profesor ITS Ciptakan Bahan Antiradar
Prof Dr Mashuri SSi MSi ketika melakukan pengukuran reflection loss menggunakan alat Vector Network Analyzer Agilent tipe E 8364C.
Ukuran teks

Sementara itu, metode karbonisasi dilakukan pada arang bambu agar terbentuk serbuk reduced
Graphene Oxide (rGO).

Setelah itu, dosen berkacamata ini melakukan uji pengukuran penyerapan gelombang radar
menggunakan alat bernama Vector Network Analyzer. Dengan pita frekuensi 8 hingga 18
gigahertz (GHz), perpaduan kedua material ini mampu menyerap gelombang radar hingga -20
desibel (dB). Angka tersebut menunjukkan bahwa daya serap gelombang radar tersebut
mencapai lebih dari 99 persen.

Mashuri menjelaskan bahwa angka tersebut dapat berbeda apabila komposisi paduan antiradar
dengan cat saat pengaplikasian pada alat pertahanan ini tidak seimbang. Selain itu, faktor
lingkungan pun menjadi hal penting untuk menjaga konsistensi dari daya serap gelombang radar.

“Apabila antiradar ini ingin digunakan pada kapal, tentu harus dipastikan bahwa antiradar yang digunakan memiliki sifat anti korosi,” ujarnya.

Dalam realisasinya, Mashuri mengharapkan bahan antiradar yang baru diciptakan di Indonesia
ini dapat diaplikasikan dalam waktu cepat pada sektor pertahanan dan keamanan nasional.

“Harapannya, kita mampu menguasai dan memiliki pemahaman yang sama dengan negara lain
serta tidak hanya bergantung dari pihak luar,” tandasnya.

Halaman 2 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua