Pada bagian belakang terdapat spoiler hidrolik yang diatur secara elektrik. Area pembuangan gas diberikan muffler besar berbentuk oval di kedua sisi. Masing-masing menjadi rumah untuk dua ujung saluran pembuangan gas. Tak ketinggalan badge Edition 12 diterapkan di beberapa bagian untuk memberikan kesan eksklusif.
Sementara interior dibalut dengan kulit Alcantara dengan motif diamond cutting pada jok dan door trim. Tak ketinggalan tulisan Speed Edition 12 ditanamkan. Termasuk pada plate di tepian bingkai pintu dan welcoming light. Dashboard dibuat tebal dan dilapis Grand Black yang lebih gelap dan mengilap dari Black Piano. Head unit dapat tersimpan atau tersembunyi ketika mobil dimatikan, memperlihatkan tampilan dashboard yang bersih.
Menariknya, terdapat urutan angka terlukis di dashboard. Ini pada dasarnya merupakan urutan langkah piston yang bekerja ketika mesin dinyalakan pertama kali. Pada konsol tengah terpasang berbagai tombol fitur dan transmisi, termasuk start/stop engine. Panel instrumen digital cukup masif memberikan informasi lengkap.
Fitur kenyamanan dan keselamatan pun sudah pasti diselipkan. Tapi Adaptive Cruise Control yang terpasang nyatanya bersifat opsional bukan bawaan standar. Konsumen pun turut memperkuat fitur keselamatan dengan Night Vision, ini pada dasarnya merupakan kamera yang dapat melihat jelas saat malam hari.
Dapur pacu mekanis tentunya menjadi esensi dari mobil ini. Ia mengandalkan konfigurasi W12 yang bakal menjadi barang super langka di masa mendatang. Ruang silinder berkubikasi 6 liter yang ditopang turbocharger ganda. Ia mampu menghasilkan tenaga maksimum 649 hp di putaran 5.000 hingga 6.000 rpm. Sementara torsi puncak 900 Nm. Mobil diklaim dapat bergerak dari posisi nol ke 100 km/jam dalam 3,6 detik. Bukan catatan waktu yang memukau, pasalnya tenaga sebesar itu digunakan untuk mendorong mobil seberat 2.273 kg atau 2,2 ton. Walau begitu, kecepatan puncak yang dapat diraih mencapai 335 km per jam.
