Dikdik menjelaskan bahwa, regulasi ini ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dengan tim-tim balap segungga tidak saling memberatkan tim balap selaku peserta satu sama lain.

Tiga motor vespa dari tim Siluman Vespa Racing project yang akan turun di tiga kelas berbeda ajang balap motor vespa Scooter Prix|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
“Setelah didapat kesepakatan baru kami ajukan ke IMI sebagai aturan baku yang dipakai dalam ajang balap vespa,” tukas Dikdik.
Ajang Scooter Prix menyuguhkan 13 kelas untuk jenis vespa 2tak dan 4tak yang diikuti oleh 200 peserta. Sementara kelas Utama hingga saat ini menjadi kelas paling terfavorit diantara beberapa kelas lain yang dipertandingkan.
Di ajang ini panitia menyiapkan 2 kategori, yakni: kategori Kelas Utama yang terdiri dari kelas Tune up Open, kelas 4tak 220cc Open dan kelas Small Frame Free For All (FFA).
Menurut Priambodo, Kategori Utama untuk kelas Tune up yang paling banyak diminati dan persaingannya juga sangat ketat sehingga dapat menjadi tontonan menarik bagi pengunjung yang hadir di sirkuit maupun penonton balap vespa ini.
Hal menarik lainnya ada di kelas Small Frame FFA yang menampilkan motor klasik dengan body kecil dan termasuk motor langka.
“Kelas Small Frame menampilkan motor yang memang sudah langka dan umur kendaraan yang sudah cukup tua. Terkadang motor jenis ini memiliki harga yang selangit jadi akan sangat menarik jika motor jenis ini bisa disaksikan kemampuannya mengatasi lintasan balap dalam kecepatan tinggi,” tukas Priambodo.
