Yang sedikit tampak berbeda adalah penambahan roll bar diantara kursi jok dan dibawah setang yang berfungsi untuk menstabilkan posisi motor dengan pengendara saat bermanuver di tikungan.
Sebenarnya ini tak beda jauh dengan bentukan asli motor Vespa SS90 (1970) yang menempatkan ban serep dan kompartemen sebagai kotak penyimpanan yang diberi tambahan bantalan dada diatas ban serep.

Penambahan roll bar pada body yang berungsi sebagai penstabil posisi motor dengan pengendara saat bermanuver di tikungan|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Menghadapi ajang balap Scooter Prix, Ponco melakukan ubahan kecil pada ban motor, Ponco menggunakan ban Mitas dengan jenis soft compound.
Dan ubahan kecil lainnya yang dilakukan adalah pada stang yang hanya meninggalkan batang stang tanpa ada asesoris pendukung apapun termasuk speedometer.
Pada ajang Scooter Prix, Vespa SS90 (1970) milik King Aguy turun dikelas 2Tak Small Frame Tune up Open dan meraih podium diposisi ketiga dengan Putra Oktavian sebagai joki balapnya. Luar biasa!

Vespa SS90 tahun pembuatan 1970 menjadi vespoa legend yang turun dalam ajang balap vespa di Scooter Prix|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz

Penambahan footstep dan foot break dengan menghilangkan keberadaan foot break untuk posisi berkendara yang nyaman saat balapan|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz

Stang motor hanya disisakan batang stang tanpa keberadaan speedometer dan asesoris lainnya|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz

Tim balap Siluman Vespa Racing Project bersama Aguy, promotor tim, berfoto bersama usai memenangkan 2 tropi dsri 2 kelas berbeda di ajang Scooter Prix|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz

2 tropy kemenangan tim Siluman Vespa Racing Project yang salah satunya adalah kemenangan dengan menggunakan Vespa SS90 (1970) dengan joki Putra Oktavian di ajang Scooter Prix|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
***[sny]
