Bluebird menunjukkan hasil positif dari sisi profitabilitas. Selama kuartal II terdapat peningkatan laba bersih sebesar 27 persen secara QoQ dengan mencatatkan Rp149 miliar, sehingga selama semester pertama 2024 torehan laba bersih mencapai Rp267 miliar.
Kinerja positif Perseroan ini merupakan keberhasilan Bluebird dalam peningkatan utilitas armada dan efisiensi operasional.

Peningkatan utilitas armada dan efisiensi operasional menjadi titik balik bagi keberhasilan Bluebird|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Bluebird Group
Peningkatan utilitas armada didukung oleh aplikasi MyBluebird yang menjadi medium reservasi yang mengalami pertumbuhan terbesar.
Kesungguhan Bluebird dalam mengembangkan bisnisnya secara konsisten dengan terus mengikuti perkembangan jaman dengan penyesuaian terhadap teknologi online digital menjadi salah satu kunci kesuksesan Bluebird.

Ekosistem bisnis Bluebird saat ini mulai mengisi berbagai segmen kebutuhan transportasi|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Bluebird Group
Sejak pandemi aplikasi MyBluebird mencatatkan pertumbuhan Monthly Active User (MAU) sebesar 4 kali lipat. MyBluebird secara berkelanjutan melakukan inovasi, dengan meluncurkan fitur Fixed Price yang memberikan alternatif selain menggunakan argometer untuk memberikan kepastian harga.
Fitur MyBluebird Subscription juga dihadirkan untuk menjadikan mobilitas Standar Nyaman Indonesia (SNI) semakin terjangkau dengan beragam paket perjalanan sesuai kebutuhan konsumen.
Bluebird juga memanfaatkan channel reservasi baru, Bluebird Whatsapp Reservations, agar memberikan kemudahan dalam melakukan pemesanan layanan Bluebird untuk pengguna di luar Jabodetabek.

Perkembangan teknologi menuntut Bluebird untuk melakukan berbagai inovasi untuk menyesuaikan tuntutan perkembangan jaman yang semakin pesat|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Bluebird Group
