Kurtis Kraft sendiri merupakan merupakan sebuah perusahaan bidang desain dan produksi mobil balap. Sementara Ingels adalah pecinta hot rod dan builder mobil balap yang sebagian besar karyanya dikirim dalam balapan profesional di Indianapolis.

akan tetapi, Art Ingels Ia punya ide lain, yaitu sebuah kendaraan balap mini berkapasitas satu orang namun dapat dinikmati semua usia dan berbagai kalangan.
Kemudian Ingels berbagi ide dengan temannya sekaligus tetangganya, Lou Borelli. Borelli bekerja di perusahaan bidang perminyakan dan ahli dalam hal sistem mesin.
Bersama-sama mereka kemudian mulai membuat gokart pertama di garasi Ingels di kawasan Echo Park. Mereka membangun gokart dengan mesin West Bend 750 (2-cycle) yang merupakan mesin pemotong rumput, menanamkannya di atas sasis tubular nan sederhana dan dikombinasikan dengan ban semi-pneumatik.
Secara resmi gokart ini tak memiliki nama, namun dikalangan pecinta kart dikenal sebagai Kart No.1 atau The West Bend.

Mesin hanya menghasilkan 2 hp yang dikirim ke roda belakang kiri melalui poros penggerak yang terbuat dari rantai sepeda, sprocket, dan kopling sentrifugal.
Sementara sistem pengereman mengandalkan tuas penarik yang terpasang di sisi kanan. Tuas memutar plat yang menekan bantalan pengereman ke cakram yang dilas ke velg kanan belakang.
Mungkin sedikitpun Ingles tak pernah mengira bahwa Ia menciptakan sensasi baru dalam berkendara, yang pada akhirnya akan tumbuh secara luas ke tingkat dunia.
Yaps, bahkan kala itu kart pertama belum digunakan untuk balapan. Namun ketika Ingels pertama kalinya mengemudikan kart ke publik, tepatnya dalam ajang balap mobil sport Pomona, Ia berhasil menarik banyak peminat dari penduduk setempat.
Bermodal mesin pemotong rumput yang bertengger di atas sasis kustom yang hanya beberapa inci dari tanah menjadi model yang dengan cepat ditiru berulang kali. Tiga pria California melihat potensi itu dan akhirnya memutuskan untuk memproduksi kart dalam skala besar.
