Short Blade Bulletproof Battery juga aman karena telah lulus uji penetrasi peluru senapan infanteri 5,8 mm (5,8×42 mm), tanpa peristiwa penyalaan termal.
Yang pertama di industri, baterai tersebut juga lulus uji 6 kondisi ekstrem (Six Extremes) yang mencakup korosi akibat perendaman air laut, lingkungan dingin ekstrem, pengikisan dasar kendaraan dengan frekuensi tinggi, penggilasan dengan beban berlebih seberat 26 ton, tabrakan samping oleh kendaran tunggal, dan pembakaran api.

Short Blade Bulletproof Battery memiliki kemampuan hingga 3500 siklus dengan tingkat ketahanan hingga 50 tahun pemakaianpengisian baterai |sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Dengan desain rangka grid yang dipatenkan pada teknologi Short Blade Bulletproof Battery, rongga penyerap energi, pelat pelindung bawah sandwich tiga lapis, integrasi cell-to-body/CTB, sistem kontrol pelarian termal, dan berbagai fitur keselamatan lainnya, baterai tersebut berhasil lulus dalam keenam pengujian tersebut.
Andre Jodjana, CEO ALETRA, berkata "Kerja sama dengan Zhejiang Yoening Technology Group adalah langkah strategis untuk memastikan ALETRA tidak hanya memenuhi persyaratan TKDN, tetapi juga membawa teknologi baterai kelas dunia yang aman, efisien, dan berkelanjutan ke Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan kendaraan listrik yang relevan dengan kebutuhan konsumen lokal sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas hijau di masa depan."

Xu Shuoyi - Vice President of Zhejiang Yoening Technology Group dan Executive Vice President of Jiangsu Yaoning New Energy Co.|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
