"Pun demikian oli power steering yang harus diganti setelah mobil digunakan 4 tahun atau setara 40.000 Km dengan pengecekan setiap 10.000 Km. Jika tidak, tentu akan ada masalah pada system power steering nya," imbuh Roni Agung.
Selain pelumas, rekondisi cairan vital pada mobil perlu dilakukan. Seperti minyak Rem yang diklaim mampu menyerap kelembapan hingga memiliki jangka waktu lama pemakaian. Jika sesuai prosedur perawatan cairan ini mampu bertahan hingga sekitar tiga tahun, nyatanya masih banyak pemilik mobil yang tidak pernah mengganti minyak rem.
Namun apabila ketika dicek ternyata minyak rem memiliki kadar yang rendah atau volume nya berkurang, artinya mobil sedang mengalami masalah.
Terakhir adalah mengecek air radiator yang wajib dilakukan setiap sebelum memanaskan mesin mobil. Cek seberapa banyak air pada wadah penampungan air radiator yang diletakkan terpisah dari radiator tersebut. Jika volume berkurang segera isi hingga batas yang disarankan. Pastikan juga cek cairan wiper agar bisa membersihkan kotoran pada kaca depan mobil.
