Alumnus Teknik Elektro ITS ini mengungkapkan bahwa dari segi mobilitas, robot dengan empat kaki ini mampu beradaptasi di berbagai jenis permukaan, seperti medan berbatu dan menaiki tangga. Hal tersebut membuatnya unggul dalam hal stabilitas dan kelenturan dibandingkan dengan robot beroda.
Di samping itu, robot ini juga memiliki fitur pengendalian manual menggunakan remote control untuk kasus yang diperlukan demi keamanan.
Selain bidang industri, pengembangan robot ini dapat diterapkan pada sektor kebencanaan dan rumah tangga. Dengan dukungan Large Language Model (LLM) dari Google Gemini, robot dapat menerima perintah menggunakan bahasa alami lalu menerjemahkannya menjadi aksi nyata.
“Kami juga membekali robot dengan keahlian berinteraksi natural agar membantu kehidupan sehari-hari,” imbuh Muhtadin.
Robot anjing ini terdiri dari dua robot kecil dengan tinggi 45 sentimeter dan satu robot besar dengan tinggi 71 sentimeter tersebut mampu bergerak secara mandiri, mulai dari berjalan, berlari, hingga melompat di berbagai medan.
