"Indonesia tengah menikmati bonus demografi, namun daya beli generasi muda dan kelompok menengah bawah masih menjadi tantangan. Kolaborasi pelaku industri seperti AstraPay sangat dibutuhkan untuk meningkatkan literasi finansial di kalangan anak muda," ujarnya.
Senada dengan BI, Financial Expert Aliyah Natasha menjelaskan bahwa di tengah tekanan ekonomi, anak muda memiliki senjata ampuh berupa literasi digital dan kemampuan adaptasi tinggi.
"Transaksi digital bukan lagi gaya hidup, tapi soal survival. Aplikasi seperti AstraPay membantu anak muda mengontrol cashflow, budgeting, hingga cashless transaction yang efisien," ujar Aliyah.
Ia mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam perputaran ekonomi melalui konsumsi bijak dan pemanfaatan platform digital.

Karnanda Kurniardhi-VP Partnership AstraPay memaparkan rencana strategis AstraPay denmengan hashtag #ApaAjaBisa|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Melengkapi diskusi, VP Partnership AstraPay Karnanda Kurniardhi menjelaskan kontribusi nyata AstraPay sebagai solusi keuangan digital yang ringan, relevan, dan ramah generasi muda.
Beberapa inisiatif unggulan AstraPay meliputi:
- Fitur Hemat: Cashback, promo, dan reminder tagihan.
- Fitur Kontrol: Histori transaksi untuk monitoring keuangan.
- Fitur Loyalitas: Komunitas pengguna aktif dan program engagement.
Dukungan untuk UMKM: QRIS AstraPay tanpa perangkat tambahan, dashboard merchant untuk pencatatan transaksi, serta edukasi literasi keuangan bersama komunitas.
"AstraPay hadir bukan sekadar alat bayar, tapi enabler kehidupan finansial yang sehat. Kalau anak muda melek keuangan, #ApaAjaBisa terjadi bawah, termasuk pemulihan ckonomi Indonesia dari bawah,” jelas Karnanda.
