Otomotif1.com l — Mazda Indonesia memaparkan pandangan strategisnya dalam menghadapi dinamika pasar otomotif nasional yang semakin kompleks menjelang tahun 2026.
Pergeseran preferensi konsumen, kondisi ekonomi, serta kompetisi industri menjadi faktor utama yang membentuk arah strategi Mazda ke depan, dengan mengedepankan keseimbangan antara nilai rasional dan aspirasi emosional dalam kepemilikan kendaraan.

Mazda CX-80|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Berdasarkan laporan GAIKINDO kuartal III 2025 dan analisis pasar oleh PwC Indonesia, struktur permintaan kendaraan di Tanah Air menunjukkan perubahan signifikan.
Sejumlah segmen mengalami pelemahan, sementara segmen lain justru tetap tumbuh dan menunjukkan ketahanan, mencerminkan perubahan cara pandang konsumen dalam memilih kendaraan.
Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, memberikan perspektif strategis mengenai kondisi tersebut. Menurutnya, dinamika ini menegaskan bahwa keputusan pembelian kendaraan kini semakin multidimensional. “Di Indonesia, sebagian besar orang masih menganggap mobil sebagai means of mobility, elemen penting dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, banyak orang juga melihat mobil sebagai cara untuk enrich the quality of life, sejalan dengan pemikiran Mazda bahwa the joy of driving may create the joy of living.”
Melihat hal tersebut, Mazda menilai bahwa perubahan preferensi konsumen berbicara mengenai dua hal utama, kebutuhan rasional dan aspirasi emosional.

Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
