Otomotif1.com l — Jika nama Pacific dulu selalu dihubungkan dengan lautan luas atau ikoniknya sepeda yang menemani jutaan orang berkendara di jalanan Indonesia dan kawasan sekitarnya.
Kini Pacific Bike sedang menulis bab epik baru—melompat dari jalur sepeda menuju panggung global industri kendaraan listrik. Perjalanan ini bukan sekadar perluasan bisnis, melainkan kelanjutan dari sejarah panjang sebuah merek yang selalu menggerakkan inovasi sesuai dengan kebutuhan zaman dan semangat konektivitas kawasan Pasifik.
Akar Sejarah: Bagaimana Pasific Bike Menjadi Merek yang Mengenalkan "Mobilitas untuk Semua"
Berawal dari visi untuk memberikan sarana transportasi terjangkau bagi masyarakat kawasan Pasifik, Pacific Bike lahir di tengah gelombang pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi pada akhir abad ke-20.
Di Indonesia, khususnya di kota-kota seperti Bogor yang kini menjadi salah satu pusat perkembangan industri kendaraan listrik di Jawa Barat, sepeda Pacific menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari: dari anak sekolah yang berangkat ke kelas, hingga pedagang yang membawa barang dagangannya.
Sejarah ini mencetak karakter unik Pacific Bike: fokus pada keterjangkauan, daya tahan, dan kemudahan penggunaan yang sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat di kawasan Pasifik.
Ketika dunia mulai beralih ke mobilitas hijau, nilai-nilai ini justru menjadi modal besar yang membawa merek ini melangkah ke ranah kendaraan listrik.
Tidak seperti produsen otomotif besar yang berasal dari negara industri maju, Pacific Bike memahami secara mendalam tantangan dan peluang yang ada di tanah airnya dan kawasan sekitar, seperti infrastruktur yang masih berkembang, kebutuhan akan biaya operasional rendah, dan pentingnya produk yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lokal.
