Homecoming Sumba 2026 yang digelar GSrek Indonesia Jakarta Chapter bersama Telkomsel bukan sekadar touring. Simak bagaimana perjalanan adventure ini diubah jadi misi sosial untuk bantu akses air bersih dan pendidikan di Sumba.
Selain bekerja langsung di lokasi, peserta juga akan melakukan survei sumber air dan berdialog dengan warga desa. Tujuannya agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan dan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Sentuhan Khusus untuk Dunia Pendidikan
Tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, program ini juga menyentuh aspek pendidikan. Tim peserta akan berkunjung ke tiga institusi pendidikan, yaitu SD Negeri Ndata (58 murid, 12 guru), SLB Negeri Loura (77 murid, 16 guru dan 6 staf), serta SD Inpres Pantai Rua (103 murid, 11 guru).
Di sekolah-sekolah tersebut, peserta akan berinteraksi langsung dengan siswa dan guru, serta menyalurkan bantuan berupa perlengkapan belajar dan dukungan operasional untuk tenaga pendidik. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat belajar bagi anak-anak Sumba yang dikenal memiliki antusiasme tinggi dalam menuntut ilmu.
“Ketika kita berbicara tentang air bersih, ini bukan sekadar membangun bangunan atau pipa. Ini soal waktu, kesehatan, dan kesempatan anak-anak untuk belajar dengan lebih baik. Di beberapa tempat, mendapatkan air bersih adalah hal yang harus diperjuangkan setiap hari,” ujar Hendra Saputra, Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter.
Ia menambahkan, semangat belajar anak-anak di sana patut diapresiasi. “Tugas kami sederhana: memastikan semangat itu tidak terhalang oleh hal-hal yang seharusnya bisa kita bantu penuhi,” tambahnya.
