Tekiro Mechanic Competition 2026 bukan sekadar ajang lomba, tapi evaluasi kesiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja. Simak bagaimana kompetisi ini mencetak mekanik profesional dengan standar industri global.
Otomotif1.com l – Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualitas lulusan pendidikan vokasi terus dijembatani melalui berbagai program nyata. Salah satunya adalah Tekiro Mechanic Competition 2026, yang kini menjadi barometer kemampuan teknis siswa SMK di seluruh Indonesia.
Ajang yang baru saja menyelesaikan babak final ini dirancang bukan hanya sebagai ajang adu ketangkasan, melainkan sebagai standar evaluasi bagi kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Meningkatkan Kualitas SDM Otomotif

Kegiatan peserta kompetisi TMC 2026|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Di era teknologi kendaraan yang semakin canggih, keahlian mekanik tidak lagi hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga pemahaman sistem yang kompleks.
Dalam kompetisi ini, peserta diuji kemampuannya dalam mendiagnosa kerusakan, memahami sistem kelistrikan modern, hingga penggunaan peralatan yang presisi.
"Tekiro berkomitmen untuk terus mencetak mekanik-mekanik handal yang memiliki disiplin, pengetahuan teknis yang luas, serta karakter juara yang dibutuhkan oleh industri," tegas Stephanus Santoso, Wakil Direktur PT Altama Surya Anugerah.
Dengan melibatkan hampir 90 ribu peserta dari 544 sekolah, kompetisi ini berhasil membangkitkan motivasi siswa untuk terus menguasai teknologi otomotif terbaru dan mempersiapkan diri sejak dini.
Evaluasi Ketat dari Juri Profesional

Peserta kompetisi TMC 2026 sedang menyelesaikan tugas yang diberikan panitia|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Proses seleksi yang ketat dilakukan untuk memastikan hanya yang terbaik yang sampai ke tahap akhir. Dari seleksi online, dipilih 30 sekolah untuk semifinal, dan akhirnya 10 sekolah terbaik bertemu di final.
