CTO BYD Battery, Sun Huajun, membela teknologi baterai Blade generasi kedua dan klaimnya mampu mengatasi suhu tinggi 70°C tanpa masalah.
Sun Huajun, Chief Technology Officer (CTO) divisi baterai BYD, membela inovasi terbaru perusahaan, yaitu Baterai Blade generasi kedua.
Ia secara khusus menanggapi keraguan industri mengenai kemampuan baterai tersebut dalam menghadapi suhu tinggi, terutama klaim bahwa suhu 70°C menjadi batas yang tidak dapat diatasi.
>>> Geely Ambil Alih Penuh Radar, Ekspansi Pikap Listrik Global Dipercepat
Menurut Sun, kekhawatiran mengenai suhu tinggi yang dapat merusak material baterai, seperti SEI film, merupakan pandangan yang didasarkan pada pengalaman lama.
Ia menegaskan bahwa setiap peningkatan kecepatan pengisian daya, dari 1C hingga 5C, selalu disambut dengan skeptisisme serupa.
"70°C hanyalah batas kognitif di masa lalu," ujar Sun dalam sebuah wawancara mendalam dengan 36kr Auto.
Ia menjelaskan bahwa desain simetris dan sistem pendinginan permukaan ganda pada Baterai Blade memberikan keuntungan inheren dalam manajemen panas.
BYD telah mengoptimalkan dimensi baterai untuk mengurangi resistansi internal dan memastikan distribusi suhu yang merata.
Sun menambahkan bahwa perusahaan telah melakukan lebih dari 1.000 siklus pengisian daya penuh dan simulasi perjalanan jarak jauh ekstrem untuk memverifikasi keandalannya sebelum produksi massal.
Performa Pengisian Daya Kilat
Baterai Blade generasi kedua BYD menawarkan metrik kinerja yang mengesankan, terutama dalam hal kecepatan pengisian daya.
Dengan menggunakan tumpukan pengisian daya 1500kW, baterai ini diklaim mampu mengisi daya dari 10% hingga 97% hanya dalam waktu sembilan menit.
