Produsen mobil terbesar China, Chery, menyatakan minatnya untuk memasuki pasar Amerika Serikat, namun menghadapi tentangan kuat dari politisi AS.
Chery, eksportir mobil terbesar di China, mengungkapkan keinginannya untuk menembus pasar Amerika Serikat.
Keinginan ini muncul di tengah lobi yang dilakukan oleh industri otomotif Detroit kepada Presiden Donald Trump agar pintu pasar AS tetap tertutup bagi produsen China.
>>> Alfa Romeo dan Maserati Siap Luncurkan Empat Model Baru Hingga 2030
Perubahan kebijakan besar akan diperlukan sebelum Chery dapat menjual mobil di AS. Saat ini, perusahaan fokus pada ekspansi di Asia Tenggara dan Eropa.
Politisi AS menyuarakan kekhawatiran bahwa merek-merek China akan merusak industri otomotif lokal.
Amerika Serikat tetap menjadi pasar mobil terbesar kedua di dunia berdasarkan volume, sehingga tidak mengejutkan jika merek-merek China berambisi untuk beroperasi di sana.
Para eksekutif Chery tampaknya menunggu tarif dihapuskan dan pembatasan dilonggarkan, meskipun kepastian waktu dan realisasi hal tersebut masih belum jelas.
Chery merupakan salah satu pemain besar yang memiliki ambisi tersebut.
Portofolionya mencakup berbagai merek seperti Exeed, iCar, Luxeed, Jetour, Omoda, Jaecoo, dan merek Chery sendiri, yang semuanya menempatkan AS dalam rencana strategis mereka.
Presiden Chery International, Zhang Guibing, menyatakan bahwa pertanyaan utamanya adalah kapan, bukan apakah mereka akan masuk ke pasar AS.
"Ketika kami menemukan waktu yang baik dan sesuai di masa depan, kami pasti berharap untuk memasukinya," ujarnya.
>>> Voyah Taishan X8 Resmi Meluncur di China, SUV Lima Seater Mewah Mulai 43.100 USD
