Chery melalui merek Omoda meluncurkan penyegaran SUV C9 di China. Tersedia mesin bensin 2.0L turbo dan PHEV 1.5L turbo, harga mulai 124.900 yuan atau sekitar Rp 300 jutaan.
Baterai pada varian C9 C-DM kini menggunakan paket LFP "Rhino Cleaver" yang diklaim mampu bertahan lebih dari 5.000 siklus.
Sel baterai disebut dapat bertahan dari deformasi ekstrem dan tusukan ganda, serta tetap dapat mengalirkan daya meski rusak dan terendam.
Spesifikasi dan Performa
Dimensi C9 memiliki panjang 4.781 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.671 mm, dan jarak sumbu roda 2.815 mm.
Suspensi depan menggunakan McPherson struts dan belakang multi-link. Untuk model tahun 2027 di China, tidak tersedia opsi AWD atau suspensi adjustable.
Varian bensin mengandalkan mesin 2.000 cc turbo bertenaga 192 kW (257 hp) yang dipasangkan dengan transmisi kopling ganda 7-percepatan (DCT).
>>> Suzuki Every 2026: Kei Van dengan Harga Mulai Rp134 Juta dan Transmisi Manual
Sementara varian PHEV memadukan mesin 1.500 cc turbo 115 kW (154 hp) dengan motor listrik depan 150 kW (201 hp), menghasilkan total tenaga 265 kW (355 hp).
Baterai LFP 19,5 kWh pada PHEV memberikan jangkauan listrik murni 120 km (CLTC).
C9 C-DM mendukung pengisian cepat DC, dengan waktu pengisian 30-80 persen hanya 17 menit menurut pabrikan.
Meski Omoda dan Jaecoo menjadi tulang punggung ekspor Chery, Exeed justru mengalami penurunan penjualan signifikan di China.
Data China EV Datatracker menunjukkan merek Exeed hanya mengirimkan 1.504 unit secara domestik pada April 2026, dan total 53.056 unit sepanjang 2025.
Penjualan bulanan Exeed turun konsisten 60-70 persen year-on-year.
>>> Chery Omoda C9 2027 Meluncur, ICE dan PHEV Mulai Rp 280 Jutaan
Facelift C9 diharapkan menjadi fondasi ekspansi Chery ke luar negeri, namun belum jelas apakah dapat membalikkan tren penurunan Exeed.
