Regulator China mempertanyakan keamanan kursi "zero-gravity" yang bisa direbahkan hampir horizontal. Kekhawatiran muncul karena sabuk pengaman dan airbag tidak optimal saat penumpang dalam posisi terlentang saat tabrakan.
China kembali menyoroti fitur mobil modern yang dianggap berisiko. Kali ini, regulator menargetkan kursi "zero-gravity" yang bisa direbahkan hampir horizontal.
Kursi semacam itu makin populer di mobil listrik China karena pabrikan berlomba mengubah kabin menjadi ruang tamu berjalan.
>>> Slate Auto Buka Pemesanan EV Murah pada 24 Juni, Harga Belum Diumumkan
Namun, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China memperingatkan bahwa penumpang yang duduk dalam posisi sangat rebah bisa "menyelam" di bawah sabuk pengaman saat terjadi tabrakan.
Kekhawatiran itu beralasan. Ketika penumpang terbentang hampir horizontal, sabuk pengaman dan airbag tidak bisa melindungi mereka dengan baik.
Aturan Baru untuk Keselamatan
Aturan yang diusulkan ini masih dalam tahap konsultasi publik hingga 25 Juli. Ini bagian dari dorongan keselamatan yang lebih luas di China yang mengubah cara mobil dirancang.
>>> Mattel's Brick Shop Luncurkan Tujuh Set Mobil Brick Baru
Sebelumnya, China sudah melarang gagang pintu pop-out setelah beberapa kecelakaan fatal menyebabkan penumpang terjebak di dalam mobil terbakar.
Regulator juga menyoroti setir yoke yang menyulitkan pengemudi mengendalikan mobil dalam situasi darurat.
>>> Toyota GR GT Tak Bisa Dibeli Sembarangan, Calon Pembeli Harus Lolos Wawancara
Sistem one-pedal driving juga dikritik karena pengemudi dianggap terlalu bergantung pada regenerative braking sehingga reaksi lebih lambat saat perlu mengerem.
Layar sentuh besar pun tak luput dari perhatian; China mengusulkan aturan yang mewajibkan tombol fisik untuk fungsi penting seperti lampu hazard, sein, pemindah gigi, dan panggilan darurat.
Langkah ini menunjukkan perubahan peran China. Negara yang dulu gencar mempromosikan fitur futuristik kini menjadi wasit keselamatan paling ketat di industri otomotif.
>>> Polisi Texas Ngebut 118 mph, Akhirnya Dipecat
Sebagai pasar EV terbesar dunia, keputusan China kemungkinan akan memengaruhi desain mobil secara global.
