Volkswagen memperingatkan bahwa 140.000 pekerjaan bisa hilang dalam beberapa tahun ke depan akibat pemotongan biaya besar-besaran untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing.
Volkswagen telah memperingatkan staf bahwa 50.000 posisi tambahan bisa segera hilang. Sekitar 100.000 pekerjaan diperkirakan terancam dalam jangka pendek saja.
Penutupan pabrik dapat mendorong total kerugian pekerjaan menjadi 140.000 posisi. Langkah-langkah drastis ini diambil karena Grup Volkswagen menghadapi kerugian biaya yang besar dibandingkan pesaingnya.
>>> Zero FXE: Motor Listrik Amerika yang Paling Diremehkan
CEO Oliver Blume mengirim memo internal kepada staf awal bulan ini.
Ia mencatat bahwa setelah berkomitmen memotong 50.000 pekerjaan di seluruh grup, VW kini mempertimbangkan 50.000 pemotongan lagi untuk penghematan biaya lebih lanjut.
>>> Ford Disetujui Pekerja Kanada, Produksi V8 Ditingkatkan
Penutupan Pabrik dan Model yang Terancam
Penutupan pabrik yang direncanakan setelah 2030 menempatkan 40.000 pekerjaan tambahan dalam risiko. Menurut perhitungan Blume, VW memiliki kerugian biaya sebesar 20 persen dibandingkan pesaingnya.
Beberapa model juga dianggap terancam, termasuk VW Polo, Skoda Fabia dan Kamiq, Audi Q5 Sportback, serta beberapa Porsche seperti Taycan, Panamera, dan Cayenne Coupe.
Blume mencatat bahwa hingga saat ini, VW belum dapat mengonfirmasi penggunaan yang kompetitif untuk pabrik di Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm pada tahun 2030-an.
>>> Lexus RZ 2026: SUV Listrik yang Mendefinisikan Ulang Berkendara Harian
Reuters melaporkan bahwa grup tersebut dapat secara bertahap mengurangi setengah dari lini modelnya untuk menghemat biaya.
Pertemuan dengan staf akan dimulai bulan depan.
>>> Mazda Rilis Lagu untuk CX-5 Baru, Diklaim Lebih Mengganggu dari Menarik
Blume akan menghadiri pertemuan di kantor pusat Wolfsburg pada 25 Agustus, lalu berbicara dengan dewan pekerja di pabrik Emden dan Zwickau pada hari berikutnya.
