Produsen motor terbesar Eropa, KTM, dituduh menjual motor off-road yang didaftarkan sebagai road-legal dengan cara menurunkan tenaga mesin lalu mengembalikannya setelah pembeli membawa pulang.
Motor yang sudah dimodifikasi ini sering disebut sebagai ‘supermotos’. Secara teknis, mereka tidak legal untuk jalan raya.
Spiegel melaporkan perusahaan asuransi tidak menanggung risiko kecelakaan pada motor tersebut.
Akibatnya, pengendara bisa menghadapi hukuman penjara jika terlibat kecelakaan.
>>> Lynk & Co 10 Series Resmi Meluncur di China, Kecepatan Isi Daya Lampaui BYD Flash Charging
Menurut International Council on Clean Transportation, motor KTM yang tidak dibatasi menghasilkan suara lebih dari dua kali lipat lebih bising.
Emisi karbon monoksida disebut setara dengan lokomotif diesel, dan partikel emisinya jauh lebih tinggi dari mobil.
KTM membantah tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan semua motor off-road yang dikirim ke dealer dalam kondisi road-legal.
Modifikasi hanya dilakukan atas permintaan pelanggan.
Dealer dilaporkan memberi tahu pembeli bahwa motor tidak lagi legal untuk jalan raya setelah pembatasan dilepas. Namun, dealer tidak bisa menghentikan pembeli untuk tetap mengendarainya di jalan umum.
>>> Legenda Hidup: Mitsubishi Pajero Resmi Bangkit, Diluncurkan Akhir Tahun 2026
Spiegel juga melaporkan banyak motor sudah tidak dibatasi begitu tiba di dealer, jauh sebelum ada permintaan dari pelanggan.
