CEO Mazda Amerika Utara mengakui bahwa masalah terbesar merek ini bukanlah mobil, melainkan ketidakmampuan konsumen menjelaskan apa itu Mazda. Target penjualan 500.000 unit per tahun terhambat oleh identitas yang tidak jelas.
Mazda percaya bahwa identitas merek yang lebih kuat dapat membuka pertumbuhan penjualan di Amerika Serikat.
CEO Mazda Amerika Utara, Tom Donnelly, ingin pelanggan membangun hubungan emosional yang lebih dalam dengan merek tersebut.
>>> KTM Diduga Jual Motor Off-Road Ilegal Berkedok Road-Legal
Donnelly menargetkan penjualan 500.000 unit di AS, naik dari sekitar 400.000 unit saat ini. Namun, ia mengakui ada satu masalah utama yang menghambat pencapaian itu.
Masalahnya bukan karena kurangnya model baru, bukan karena masalah teknis, dan bukan pula karena dealer yang tidak memadai.
Menurut Donnelly, kendala terbesar adalah masyarakat masih belum bisa menjelaskan dengan jelas apa yang sebenarnya diwakili oleh Mazda.
Identitas Merek yang Kabur
Berbicara kepada Automotive News dalam pertemuan dealer tahunan Mazda di Texas, Donnelly mengakui bahwa tantangan jangka panjang terbesar perusahaan adalah identitas.
Jika Anda menghentikan orang sembarangan di luar dan bertanya apa yang diwakili Mazda, "Anda akan mendapat 10 jawaban berbeda," katanya.
Ketidakpastian itulah yang membuatnya sulit tidur di malam hari. Sebagian ketidakpastian itu mungkin berasal dari perluasan lini produk Mazda dalam beberapa tahun terakhir.
>>> GR GT Belum Dikirim, Internet Sudah Memodifikasinya Secara Digital
Donnelly mengingat bahwa dulu Mazda dikenal di luar komunitas penggemar terutama melalui model kompak 3. Kemudian, CX-5 menjadi model yang mendefinisikan merek tersebut.
