Menghadapi hambatan perdagangan, produsen mobil China beralih ke model sewa lintas batas untuk ekspansi global. Strategi ini mengubah ekspor dari penjualan satu kali menjadi layanan jangka panjang.
>>> CEO Audi Isyaratkan Nuvolari Spyder yang Lebih Eksklusif
Model ini digambarkan sebagai "light asset, heavy operation"—ringan karena tidak perlu investasi besar di pabrik luar negeri, tetapi berat karena membutuhkan kemampuan operasional lokal yang kuat, seperti manajemen aset dan penilaian risiko kredit.
Untuk mengurangi risiko, sebagian besar perusahaan saat ini fokus pada klien B2B, seperti operator armada ride-hailing, yang profil kreditnya lebih transparan.
Huasheng, perusahaan leasing, telah memulai operasi di Uzbekistan dan Afrika Selatan, dan baru-baru ini mengumumkan Pakistan sebagai pusat berikutnya.
Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan dan mitra ekosistem untuk menyediakan manajemen aset komprehensif.
>>> Mulai 5 Juni 2026, Pengemudi di Pennsylvania Bisa Ditilang Hanya Karena Memegang Ponsel
Lebih dari 30 produsen dan merek mobil China, termasuk Dongfeng, Chery, GAC, dan BAIC, telah menyatakan minat pada model kolaboratif ini.
